Anggota Komisi VI DPR RI Rachmat Gobel mendorong agar sengketa di Laut China Selatan (LCS) diselesaikan melalui jalur dialog antarnegara yang terlibat.

Ia mengingatkan bahwa perdamaian akan menjaga stabilitas kawasan ASEAN, termasuk sektor perdagangan.

>>> Mohamed Salah Starter di Laga Australia vs Mesir Piala Dunia 2026

"Sebagai negara sahabat, kami di Indonesia mendorong agar penyelesaian konflik Laut China Selatan bisa menggunakan jalur-jalur dialog," kata Gobel dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7).

Sengketa di Laut China Selatan telah lama menjadi sumber ketegangan.

China mengklaim sejumlah gugusan pulau dan karang seperti Kepulauan Spratly, Kepulauan Paracel, Kepulauan Pratas, serta Macclesfield Bank sebagai bagian dari yurisdiksinya.

Wilayah-wilayah tersebut juga diklaim oleh beberapa negara Asia Tenggara, yakni Brunei, Malaysia, Vietnam, dan Filipina.

Menurut Gobel, penyelesaian Code of Conduct (COC) perlu mengedepankan semangat kekeluargaan antar anggota yang terlibat.

"Apalagi mayoritas merupakan sesama negara satu rumpun, punya budaya yang hampir sama. Kami berharap negara-negara yang terlibat dapat mengedepankan semangat kekeluargaan untuk negosiasi COC," ujarnya.

>>> Menko AHY: Pembangunan Sekolah Rakyat Habiskan Anggaran Rp1,25 Triliun

Gobel sepakat dengan pernyataan Menlu Filipina bahwa penyelesaian COC sangat penting tidak hanya bagi pihak yang terlibat di LCS tetapi juga bagi komunitas internasional.

"Di tengah dinamika geopolitik di Timur Tengah yang masih belum ada titik temunya dan menimbulkan gejolak perekonomian global, termasuk di ASEAN, penyelesaian konflik LCS baik bagi kepentingan kawasan Asia Tenggara," kata Gobel.

Sebagai anggota Komisi VI DPR yang membidangi perdagangan, Gobel memandang stabilitas ASEAN sangat penting untuk membangkitkan perekonomian kawasan.

Ia mengatakan saat konflik Timur Tengah yang melibatkan negara-negara barat terus menggerus sektor ekonomi global, perdamaian kawasan dapat menjadi kekuatan ASEAN.

"Dengan begitu pertumbuhan ekonomi kawasan dapat terjaga, perdagangan di masing-masing negara tetap sehat, yang pada akhirnya membawa kemakmuran untuk masyarakat setiap negara ASEAN, termasuk Indonesia," katanya.

Meski tidak terlibat langsung, Indonesia tetap memiliki peran dalam upaya penyelesaian masalah LCS.

>>> Tuchel: Karma Gol Tangan Tuhan Bantu Inggris Taklukkan Meksiko

"Indonesia lewat berbagai upaya masih terus ikut membantu, khususnya dengan mempromosikan dialog perdamaian dalam konflik LCS, dan bila diperlukan, Indonesia bisa menjembatani negara-negara ASEAN dengan China untuk mencari titik tengah terbaik," ujarnya.