Kartu merah yang diterima striker Amerika Serikat, Folarin Balogun, pada laga Piala Dunia 2026 memicu kontroversi.

Banyak pihak menuding adanya ketidakadilan dalam penerapan aturan, terutama jika dibandingkan dengan insiden yang melibatkan Lionel Messi.

>>> Casio Rilis G-Shock Transparan Terinspirasi Streetwear 90-an di AS

Mantan pemain timnas AS, Alexi Lalas, mengunggah cuplikan insiden Messi saat Argentina menghadapi Aljazair. Ia hanya menuliskan kata "'Sup" sebagai sindiran terhadap keputusan wasit yang dinilai tidak konsisten.

Dalam laga pembuka Argentina, Messi terlihat mengenai bagian belakang betis lawan dengan pul sepatunya saat berebut bola.

Meski menuai sorotan, kapten timnas Argentina itu tidak mendapat hukuman apa pun.

Sebaliknya, Balogun langsung mendapat kartu merah setelah wasit meninjau insiden pada menit ke-64 saat AS melawan Bosnia dan Herzegovina.

Ia dinilai menginjak bagian belakang kaki Tarik Muharemovic hingga pergelangan kaki lawan terpelintir.

>>> Casio Rilis G-Shock Transparan Terinspirasi Streetwear 90-an di AS

Wasit Raphael Claus mengubah keputusannya dan mengusir penyerang AS tersebut. Banyak pihak menilai Balogun tidak melakukannya dengan sengaja, melainkan hanya berusaha mendarat setelah kehilangan keseimbangan.

Tayangan ulang menunjukkan Balogun tidak melihat ke arah kaki Muharemovic saat kontak terjadi. Sebaliknya, Messi tampak mengarahkan pandangan ke kaki lawan sebelum pul sepatunya mengenai betis pemain Aljazair.

Perbedaan penanganan ini memicu tudingan standar ganda terhadap perangkat pertandingan. Sebelumnya, Lalas juga melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit, menyebutnya sebagai "lelucon yang buruk".

Meski demikian, AS tetap lolos ke babak 16 besar setelah mengalahkan Bosnia 2-0.

Namun mereka harus menghadapi Belgia tanpa Balogun karena hukuman kartu merah otomatis membuatnya menjalani larangan satu pertandingan.

>>> Keuntungan Trump dari Kripto dan Korupsi Capai Rp22 Triliun

Kontroversi ini diperkirakan akan terus menjadi perdebatan hingga laga babak gugur. Banyak pengamat menilai insiden ini akan menjadi tolok ukur konsistensi keputusan wasit di Piala Dunia 2026.