Elon Musk dikenal sebagai ahli memutar piring: ia selalu mampu memukau publik dengan sederet mainan baru yang berkilauan.

Kini, piring yang menjadi pusat perhatian adalah SpaceX, yang mulai goyah setelah IPO yang kurang memuaskan.

>>> Meta Ketergantungan pada AI Google, Zuckerberg Dipermalukan

Untuk menjaga minat investor, Musk kembali memutar piring dengan mengumumkan perangkat baru yang terintegrasi AI.

Menurut laporan Wall Street Journal, perangkat tersebut berupa handset dengan desain ramping, lebih tipis dari iPhone, dan menggunakan sistem operasi milik SpaceX.

Prototipe perangkat ini pertama kali diperlihatkan kepada investor terpilih sebelum IPO pada Juni lalu.

Beberapa sumber mengatakan handset ini akan mengintegrasikan teknologi AI dari perusahaan Musk, xAI, dengan arsitektur chip Qualcomm Snapdragon.

Pasar Smartphone Sudah Jenuh

Masalahnya, pasar smartphone sudah dipenuhi berbagai merek. Semua perusahaan memiliki akses ke model AI yang ada, termasuk Grok dari xAI yang kurang impresif.

>>> Kingdom Come: Deliverance Board Game Hadir Musim Gugur 2026, Kental dengan Elemen RPG

Langkah ini terkesan putus asa, mengingat Musk kesulitan mempertahankan piring kerasnya belakangan ini. Robot Optimus misalnya, mengalami penundaan berulang menuju jalur perakitan.

Tesla juga goyah di sisi perangkat keras, terutama menyangkut Robotaxi otonom. Sementara itu, SpaceX sendiri tertekan oleh IPO-nya.

Meski saham SpaceX sempat mencapai $225, kini berada di kisaran $150-an, menghapus hampir seluruh kenaikan sejak perusahaan mulai diperdagangkan.

Hal ini berdampak besar pada Musk yang kini bergulat antara status triliuner aktif dan mantan triliuner.

>>> Jennifer Holland Ungkap Alasan James Gunn Sering Rekrut Teman di Filmnya

Pengumuman perangkat keras ini belum memberikan efek positif pada saham SpaceX. Saham justru turun hampir delapan persen pada hari berita tersebut keluar.