Sel Kekebalan Lelah: Terobosan Baru untuk Melawan Kanker
Sistem kekebalan tubuh memiliki senjata ampuh melawan kanker: sel T limfosit. Sel ini mampu mendeteksi dan menghancurkan sel abnormal.
Namun, saat pertempuran melawan tumor berlangsung lama, sel T bisa kelelahan dan efisiensinya menurun.
>>> Hasil Uji Klinis Vaksin Kanker Baru Dinilai 'Belum Pernah Terjadi Sebelumnya'
Sebuah studi terbaru dari University of California San Diego yang diterbitkan di jurnal Cell mengidentifikasi penyebab tak terduga dari kelelahan imun ini: kerusakan sistem daur ulang protein dalam sel.
Dalam sel yang sehat, protein rusak atau salah lipatan terus-menerus disortir dan dihancurkan. Pembersihan 24 jam ini menjaga mesin sel tetap berjalan.
Namun, pada sel T yang menyusup ke tumor dan menjadi lelah, sistem pembersihan ini rusak total.
Akibatnya, gumpalan protein yang tidak berfungsi menumpuk, mengacaukan sel dan mengganggu operasi vitalnya.
"Kami menemukan bahwa program daur ulang pada limfosit T yang lelah runtuh, menyebabkan akumulasi protein rusak," jelas ahli biologi sel Nicole Scharping, penulis pertama studi tersebut.
Nasib sel T tampaknya bergantung pada kemampuan mereka mendaur ulang protein usang. Ketika sistem daur ulang berjalan lancar, mereka tetap menjadi pembunuh tumor yang tangguh.
Ketika macet, sel-sel ini jatuh ke dalam kondisi kelelahan yang dalam.
>>> Lari Jadi Gaya Hidup, Busana Syar'i Tak Halangi Perempuan Aktif Berolahraga
Enzim Kunci dan Harapan Baru
Para ilmuwan mengidentifikasi tiga enzim kunci—NEURL3, RNF149, dan WSB1—yang bertindak sebagai penanda molekuler, memberi label protein untuk dibuang.
Ketika enzim ini mati, sel benar-benar diserbu oleh limbahnya sendiri.
Kabar baiknya, dengan memulihkan aktivitas enzim ini secara artifisial pada tikus, para peneliti berhasil memulai ulang proses daur ulang internal.
Tidak hanya gumpalan protein abnormal menyusut, sel T juga mendapatkan kembali aktivitas anti-tumor yang mengesankan.
Menurut Profesor Ananda Goldrath yang memimpin penelitian UC San Diego: "Kami sekarang memiliki target konkret untuk mengembangkan intervensi yang dapat meningkatkan respons terhadap imunoterapi."
Pertarungan melawan kanker tidak hanya tentang mengaktifkan sel imun, tetapi juga membantu mereka menghindari kelelahan.
>>> Promo Alfamart 2 Juli 2026: Minyak 2 Liter Rp43.900, Indomie 5 Bungkus Rp14.600
Penemuan ini membuka jalan bagi pendekatan baru untuk menjaga sel T tetap dalam kondisi prima.
Update Terbaru
Pacar Courtney Clenney Ternyata Buronan Kasus Kekejaman pada Hewan
Jumat / 03-07-2026, 00:21 WIB
Lil Wayne Hadiri Pesta Putih Michael Rubin Setelah Batal Konser di Maine
Jumat / 03-07-2026, 00:21 WIB
Taylor Frankie Paul: Mantan Suami Ajukan Bukti Baru dalam Gugatan TRO
Jumat / 03-07-2026, 00:21 WIB
Moussa Niakhate Sesali Kelengahan Lima Menit yang Hancurkan Mimpi Senegal
Jumat / 03-07-2026, 00:21 WIB
Penampakan Truk yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun Tabrak Rombongan Biksu di Thailand
Jumat / 03-07-2026, 00:21 WIB
Pelatih Timnas Voli U-18 Indonesia Puas Usai Kalahkan Iran di AVC U-18
Jumat / 03-07-2026, 00:21 WIB
PKB Ancam Sanksi Tegas Kader Terbukti Intimidasi Dokter Icha
Jumat / 03-07-2026, 00:21 WIB
Pertamina Ajak Masyarakat Awasi Penyaluran Energi di Lapangan
Jumat / 03-07-2026, 00:20 WIB
Bururam United Beri Kode, Sandy Walsh Tetap Dipertahankan
Jumat / 03-07-2026, 00:17 WIB
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas di Gaza, Tentara Israel Dituding Jadi Biang Kerok
Jumat / 03-07-2026, 00:16 WIB
Kritik Pedas Toni Kroos: Skuad Jerman Kosong Kualitas, Tak Punya Pembeda di Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 00:16 WIB
Bang Zoom! Cari Bakat Pengisi Suara Anime Generasi Baru
Jumat / 03-07-2026, 00:16 WIB
Prediksi Swiss vs Aljazair di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Jumat / 03-07-2026, 00:16 WIB
Viral Ruko di Bekasi Curi Listrik Diduga untuk Tambang Bitcoin
Jumat / 03-07-2026, 00:16 WIB






