Bareskrim Polri turun tangan memburu bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Langkah ini diambil setelah anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhie Perdana Putra, gugur dalam operasi melawan bandar narkotika.

>>> Galaxy A27 Hadir di Korea dengan Nama Baru Galaxy Jump 5

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Yudhie saat bertugas.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Aipda Yudhie Perdana Putra yang gugur saat menjalankan tugas memberantas peredaran narkotika," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7).

Eko memastikan Bareskrim akan memberikan dukungan penuh kepada jajaran Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan dalam penanganan kasus tersebut.

Termasuk mencari dua anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang saat ini masih hilang.

"Kami akan melakukan backup penuh terhadap jajaran di lapangan, baik dalam proses pencarian anggota yang masih belum ditemukan, pengamanan wilayah, maupun pengungkapan tuntas jaringan narkotika dan pelaku penyerangan terhadap anggota Polri," jelasnya.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (1/7) malam ketika Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.

Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang target operasi berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika.

Sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi tersebut.

Setibanya di lokasi, tim dibagi menjadi dua kelompok. Tim pertama melakukan penindakan di rumah target, sedangkan tim kedua bersiaga di lokasi lain sebagai unsur pendukung.

>>> Presiden Korsel Lee Jae Myung Kecewa Timnas Gagal di Piala Dunia 2026

"Saat proses penangkapan berlangsung, target berhasil diamankan.

Namun situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang," tuturnya.