Pelatih Tim Nasional Amerika Serikat (USMNT), Mauricio Pochettino, tengah memimpin skuad menuju Piala Dunia 2026 dengan latar belakang sepak bola global yang luas.

Pria berusia 54 tahun itu langsung mendapat dukungan penggemar setelah AS memenangkan Grup D hanya dalam dua pertandingan, menyusul penunjukannya pada 2024 menggantikan Gregg Berhalter.

>>> Nike Rilis Film Pendek 'Rip the Script' Bintangi Mbappé hingga Kim Kardashian

Pochettino tumbuh di Murphy, Santa Fe, Argentina, dengan semangat kompetitif yang terlihat sejak kecil saat bermain di peternakan keluarga melawan kakaknya, Javier.

Keluarganya melacak asal-usul hingga tahun 1867 dari kota Virle di Piedmont, Italia, yang kemudian menjadikannya warga kehormatan pada 2018.

Karier awal Pochettino berkembang di Newell's Old Boys di bawah asuhan Marcelo Bielsa, meraih gelar nasional dan mencapai final Copa Libertadores 1992 sebelum pindah ke Eropa.

Ia bermain untuk RCD Espanyol, Paris Saint-Germain, dan Bordeaux.

Pada tahun terakhirnya di Newell's Old Boys pada 1993, Pochettino menjadi teman sekamar dengan legenda Argentina Diego Maradona, yang ia idolakan sejak kecil.

"Selalu ada gambar besar di dinding tempat saya tidur. Setiap hari, setiap malam, saya melihatnya," kata Pochettino.

Ia mengaku bahwa pengalaman berbagi kamar dengan Maradona meninggalkan kesan mendalam.

"Suatu hari saya bertemu dengannya dan kemudian suatu hari saya tidur dengannya! Sulit diungkapkan.

Ini perasaan emosional bagi saya," ujarnya.

Pochettino menambahkan bahwa Maradona memiliki energi unik yang membuat semua orang di sekitarnya merasa dihargai.

"Saya selalu menyimpan Diego secara pribadi dalam pikiran saya," katanya.

Menurut Pochettino, Maradona yang sebenarnya sangat peduli terhadap orang-orang terdekatnya.

>>> Edmonton Oilers Rekrut Frederik Andersen dengan Kontrak Satu Tahun