Harga Ayam Anjlok ke Rp14 Ribu per Kg di Level Peternak
Harga ayam di tingkat peternak kembali anjlok. Saat ini harga ayam hidup di kandang hanya berkisar Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram (kg).
Angka tersebut jauh di bawah harga pokok produksi (HPP) yang ditetapkan pemerintah, yakni sekitar Rp20 ribu per kg.
>>> Pejabat Israel Ungkap Penyebab AS-Israel Mulai Tak Kompak soal Iran
Akibatnya, peternak rakyat harus menanggung kerugian sekitar Rp5 ribu per kg.
Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Sugeng Wahyudi mengungkapkan kondisi ini terjadi karena pasokan ayam melimpah, sementara permintaan tidak meningkat.
"Memang hari ini, suplai produksi ayam tidak diimbangi oleh peningkatan demand daging ayam.
Yang terjadi kemudian, harga ayam hidup di kandang-kandang peternak tertekan," ujar Sugeng kepada CNBC Indonesia, Selasa (30/6).
Ia menambahkan pola serupa juga terjadi pada periode yang sama tahun lalu. Kelebihan pasokan menjadi penyebab utama penurunan harga.
Akar Masalah dan Solusi
Menurut Sugeng, salah satu akar persoalan adalah dominasi pemasaran ayam hidup oleh pelaku usaha besar.
>>> Persiapan Pernikahan Taylor Swift Makin Matang, Gazebo Mulai Dipasang di MSG
Seharusnya, pelaku dengan kapasitas produksi di atas 50 ribu ekor per minggu sudah memiliki rumah potong ayam, sebagaimana diatur dalam Permentan 10/2024.
"Sudah seharusnya pelaku-pelaku yang mempunyai kapasitas produksi lebih dari 50 ribu per minggu untuk memasarkan bukan ayam hidup, tetapi harus mempunyai rumah potong ayam," tegasnya.
Ia mendorong pemerintah segera merealisasikan program hilirisasi melalui BUMN pangan Berdikari. Dengan demikian, penyerapan ayam tidak lagi bergantung pada pasar ayam hidup.
GOPAN juga meminta perluasan usaha budidaya ayam hidup dibatasi, terutama bagi pelaku besar. Banyak investor baru masuk tanpa memperhitungkan pasar, sehingga memicu kelebihan pasokan.
"Termasuk perluasan usaha di sektor budidaya final stock ayam hidup juga dibatasi, begitu banyak pelaku-pelaku baru investasi tanpa memperhitungkan pasar.
>>> 5 Minuman yang Bantu Turunkan Risiko Kanker, Perlu Dikonsumsi Rutin
Terutama pelaku-pelaku besar yang menguasai pakan dan DOC," pungkas Sugeng.
Update Terbaru
Panduan Sukses Kelola 10 Hektare Lahan Jagung untuk Swasembada Pangan 2026
Kamis / 02-07-2026, 10:50 WIB
Pep Guardiola Masuk Bursa Pelatih Timnas Jerman
Kamis / 02-07-2026, 10:50 WIB
Bupati Purwakarta Buka Suara soal Lagu 'Lalaki Langit' yang Tuai Kontroversi
Kamis / 02-07-2026, 10:50 WIB
Statistik Amerika Serikat vs Bosnia: The Yanks Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 10:42 WIB
Romelu Lukaku Bongkar Kunci Comeback Dramatis Belgia Singkirkan Senegal di Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 10:42 WIB
BIFAN 2025 Dibuka dengan Rekor 321 Film, Rayakan 30 Tahun
Kamis / 02-07-2026, 10:42 WIB
Rico Waas Dorong Rakernas APEKSI Hasilkan Aksi Nyata untuk Daerah
Kamis / 02-07-2026, 10:42 WIB
Negosiasi AS-Iran di Qatar Rampung, Fokus pada Selat Hormuz
Kamis / 02-07-2026, 10:42 WIB
Fortuna Sittard Minati Ole Romeny, Bisa Satu Tim dengan Justin Hubner
Kamis / 02-07-2026, 10:42 WIB
Polisi Gelar Rekonstruksi 6 Tempat Taufik Hidayat Sekap dan Siksa YTR
Kamis / 02-07-2026, 10:40 WIB
ITSEC Asia Investasi Rp11 Miliar di AI, Targetkan Pertumbuhan Bisnis Software hingga 2031
Kamis / 02-07-2026, 10:40 WIB
Biaya Pesta Pernikahan Taylor Swift di New York Tembus Rp358 Miliar
Kamis / 02-07-2026, 10:40 WIB
10 Pemain AS Kalahkan Bosnia 2-0, Lolos ke 16 Besar Piala Dunia
Kamis / 02-07-2026, 10:36 WIB
Trump Kantongi Rp192 Miliar dari Film Dokumenter Melania
Kamis / 02-07-2026, 10:35 WIB






