Mahasiswa Unair Gagas Buah Merah Papua sebagai Alternatif Terapi Osteoartritis
Osteoartritis atau radang sendi menjadi masalah kesehatan yang umum di kalangan dewasa hingga lansia. Penyakit ini menyebabkan nyeri kronis dan membatasi aktivitas penderitanya.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) menghadirkan inovasi pemanfaatan buah merah Papua sebagai kandidat terapi alternatif.
>>> Pelancong Menang Jackpot Rp60 Miliar di Mesin Slot Bandara Las Vegas
Tim ini berhasil mendapatkan pendanaan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).
Tim yang diketuai Bayu Cahyo Bintoro (FKG) ini beranggotakan Intan Asmi (FTMM), Muhammad Darryl (FTMM), Anindita Azkia (FK), dan Barika Zoyscia (FF).
Mereka menggagas formulasi terapi berbasis buah merah asal Papua.
Buah merah Papua dipilih karena kaya akan senyawa bioaktif seperti karotenoid, tokoferol, asam lemak, dan antioksidan. Senyawa ini berpotensi menurunkan stres oksidatif dan menghambat inflamasi penyebab osteoartritis.
Bayu menjelaskan bahwa ide riset ini muncul dari keterbatasan terapi osteoartritis yang ada. Pengobatan saat ini lebih fokus pada pengurangan gejala, belum menargetkan kerusakan kartilago secara komprehensif.
Selain itu, terapi konvensional memiliki efek samping dari penggunaan obat antiinflamasi jangka panjang dan biaya yang relatif tinggi.
>>> Pelancong Menang Jackpot Jutaan Dolar di Mesin Slot Bandara Las Vegas
"Karena itu, penelitian ini kami arahkan untuk mencari alternatif terapi yang lebih aman, potensial, dan berbasis sumber daya lokal Indonesia," ungkap Bayu.
Keunggulan inovasi ini adalah pendekatannya yang tidak sekadar meredakan nyeri, tetapi langsung memodulasi proses biologis penyebab osteoartritis. Inovasi ini juga mengangkat potensi biodiversitas lokal Indonesia, khususnya dari Papua.
Setelah lolos pendanaan PKM, tim segera mengurus administrasi, izin etik hewan coba, serta persiapan bahan baku buah merah Papua.
Tahap selanjutnya adalah pengujian pada hewan model osteoartritis.
Pengujian meliputi induksi model, pemberian formulasi, dan pengambilan sampel jaringan. Tim akan menganalisis parameter inflamasi dan histopatologi kartilago, kemudian hasilnya diolah menjadi laporan dan artikel ilmiah.
Bayu berharap inovasi ini tidak berhenti di PKM. Ia memproyeksikan penelitian ini sebagai langkah awal penemuan kandidat terapi osteoartritis berbahan alam yang valid secara sains.
>>> Permohonan Restraining Order Mantan Suami Taylor Frankie Paul Ditolak
"Jika terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan dosen, laboratorium, peneliti, dan industri farmasi, inovasi ini bisa menjadi wujud hilirisasi produk biodiversitas nasional yang terjangkau dan aman," pungkasnya.
Update Terbaru
Muslera Dibela Bielsa, Sempat Meriang Sebelum Blunder Lawan Spanyol
Kamis / 02-07-2026, 09:49 WIB
Ilmuwan Klaim Berhasil Ciptakan Sel dari Nol untuk Pertama Kalinya
Kamis / 02-07-2026, 09:49 WIB
Comeback Belgia Catat Rekor Baru di Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 09:49 WIB
Kuasa Hukum Jokowi Minta Sidang Kasus Ijazah Digelar Terbuka
Kamis / 02-07-2026, 09:49 WIB
Dua Gol Harry Kane Bawa Inggris Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 09:45 WIB
China Rilis UU Persatuan Etnis, Sekolah Wajib Gunakan Bahasa Mandarin
Kamis / 02-07-2026, 09:45 WIB
15 Museum Hidden Gem di Jakarta, Sepi tapi Sarat Cerita
Kamis / 02-07-2026, 09:45 WIB
Witan Sulaeman Antusias Dilatih Shin Tae-yong di Persija, Sebut Latihan Akan Berbeda
Kamis / 02-07-2026, 09:43 WIB
PMNC Fall 2026 Mulai 3 Juli, Tim PUBG Mobile Incar Panggung Global
Kamis / 02-07-2026, 09:43 WIB
TWICE Hadirkan Perayaan Musim Panas Terakhir Sebelum Final Tur Dunia
Kamis / 02-07-2026, 09:42 WIB
Hari Ketiga, Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam
Kamis / 02-07-2026, 09:42 WIB
Hasil Piala Dunia: 10 Pemain Hajar Bosnia Herzegovina, AS ke 16 Besar
Kamis / 02-07-2026, 09:42 WIB
SHUTTLE OPEN 2026: Legenda Bulutangkis Dunia Akan Bertemu di Jakarta
Kamis / 02-07-2026, 09:42 WIB
Daftar 10 Tim Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 09:42 WIB






