Bayern Muenchen resmi mengamankan tanda tangan gelandang serang Timnas Maroko, Ismael Saibari, dari PSV Eindhoven.

Klub raksasa Jerman itu merogoh kocek hingga 50 juta euro atau sekitar Rp1,02 triliun untuk menebus pemain berusia 25 tahun tersebut.

>>> Minyak Jadi Biang Kerok Defisit Neraca Dagang Juni 2026

Saibari menandatangani kontrak jangka panjang hingga tahun 2031 di Allianz Arena.

Namun, ia baru akan bergabung dengan skuad Die Roten setelah menyelesaikan tugasnya di Piala Dunia 2026.

"Saibari saat ini masih membela tim nasional untuk Piala Dunia di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Dia baru akan bergabung dengan Muenchen setelah turnamen itu berakhir," demikian pernyataan klub dalam laman resminya.

Kedatangan Saibari dipastikan akan memperketat persaingan di lini depan Bayern.

Ia akan bersaing dengan nama-nama seperti Harry Kane, Michael Olise, Luis Diaz, Jamal Musiala, Lennart Karl, dan Serge Gnabry.

>>> Minyak Jadi Biang Kerok Defisit Neraca Dagang Juni 2026

Bagi Saibari, bergabung dengan klub sebesar Bayern Muenchen adalah mimpi yang menjadi kenyataan.

"Sejak kecil, Anda memimpikan dikontrak klub seperti Bayern. Semua orang tahu ini adalah salah satu klub terbesar di dunia," ujar Saibari.

Ia juga termotivasi untuk meraih sebanyak mungkin trofi bersama Bayern, termasuk Liga Champions.

Performa impresif Saibari di Piala Dunia 2026 menjadi alasan utama Bayern mengeluarkan dana besar. Ia menjadi pemain Afrika pertama yang selalu mencetak gol di fase grup turnamen tersebut.

Ketajamannya juga terlihat saat ia menjadi eksekutor penalti yang dingin dalam drama adu penalti melawan Belanda di fase 32 besar, yang mengantarkan Maroko melaju.

Direktur Olahraga Bayern, Eberl, menyambut baik kedatangan Saibari. "Kami sangat senang berhasil mendapatkan jasa Ismael Saibari, salah satu pemain paling menarik dalam Piala Dunia," katanya.

>>> Kerugian Akibat Scam dan Spam Tembus Rp7,5 Triliun, Komdigi Dorong Perlindungan Konsumen

Langkah ini menunjukkan ambisi Bayern untuk terus mendominasi kompetisi domestik dan Eropa dengan mengamankan talenta terbaik sebelum harganya melambung.