Pakar ITS Ungkap Tantangan Teknis Penerapan Biodiesel B50 di Indonesia
Pemerintah resmi memberlakukan biodiesel B50 per 1 Juli 2026 sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan energi nasional.
Namun, keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada kesiapan teknis di seluruh rantai bahan bakar dan mesin.
>>> Malik Beasley Ajukan Plea Not Guilty dalam Kasus Judi NBA
Guru Besar Departemen Teknik Mesin ITS, Prof Dr Ir Bambang Sudarmanta, menyoroti sejumlah tantangan implementasi B50.
Menurutnya, karakteristik biodiesel yang berbeda dari diesel fosil menyebabkan perubahan signifikan pada sifat fisik, kimia, dan perilaku pembakaran.
"Hal itu secara langsung mempengaruhi performa, keandalan, dan umur sistem mesin," jelas Bambang, Kamis (2/7/2026).
Ia menekankan bahwa pendekatan implementasi B50 tidak bisa hanya berbasis kebijakan, melainkan harus melalui pendekatan berbasis mesin yang komprehensif.
Tantangan Fisik dan Kimia Biodiesel
Dari sisi fisik, biodiesel memiliki densitas dan viskositas lebih tinggi dibanding diesel fosil.
Densitas tinggi menyebabkan peningkatan massa bahan bakar yang terinjeksi, berpotensi menimbulkan over-fueling dan perubahan karakter pembakaran.
Viskositas yang lebih tinggi juga membuat atomisasi bahan bakar kurang optimal.
"Hal itu akan menghasilkan ukuran droplet lebih besar dan penyebaran partikel tidak homogen," terang ahli teknik pembakaran dan bahan bakar itu.
Kondisi ini menurunkan kualitas pencampuran bahan bakar dan udara, memperlambat evaporasi, serta meningkatkan risiko terbentuknya zona rich mixture.
Zona tersebut menjadi sumber deposit dan emisi partikulat.
Sifat higroskopis biodiesel juga menjadi faktor kritis. Biodiesel cenderung menyerap air dari lingkungan selama penyimpanan dan distribusi.
Kandungan air tidak hanya menurunkan kualitas pembakaran, tetapi juga memicu pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur.
>>> Video Perlihatkan Momen Donald Trump dan Dana White Bersiap di Oval Office untuk UFC
Update Terbaru
Ledakan Dahsyat Guncang Apartemen di Tacoma Saat Petugas Pemadam di Dalam
Kamis / 02-07-2026, 07:31 WIB
Utang Soulja Boy ke Mantan Pacar Tembus Rp67 Miliar, Bunga Harian Rp18 Juta
Kamis / 02-07-2026, 07:31 WIB
Mantan Teman Will Smith Minta Jada Pinkett Smith Diperikso soal Ancaman
Kamis / 02-07-2026, 07:31 WIB
Terungkap! Sejumlah Pemain Jerman Tolak Ambil Penalti saat Tersingkir dari Paraguay
Kamis / 02-07-2026, 07:31 WIB
Pengacara Buka Suara soal Ketum PP Japto Diperiksa KPK
Kamis / 02-07-2026, 07:30 WIB
Pengacara Buka Suara soal Ketum PP Japto Diperiksa KPK
Kamis / 02-07-2026, 07:30 WIB
Kane Sebut Laga Inggris vs RD Kongo 'Pertandingan Gila'
Kamis / 02-07-2026, 07:30 WIB
Kane Sebut Laga Inggris vs RD Kongo 'Pertandingan Gila'
Kamis / 02-07-2026, 07:30 WIB
Pelatih Kongo Akui Harry Kane Bikin Dua Gol Pembalasan yang Sangat Telat
Kamis / 02-07-2026, 07:29 WIB
Libas Ekuador, Meksiko Hidupkan Memori Emas Piala Dunia 1986
Kamis / 02-07-2026, 07:28 WIB
Bayern Muenchen Resmi Datangkan Ismael Saibari Rp1 Triliun
Kamis / 02-07-2026, 07:28 WIB
Audi Hentikan Strategi Mobil Global Satu untuk Semua
Kamis / 02-07-2026, 07:28 WIB
Minyak Jadi Biang Kerok Defisit Neraca Dagang Juni 2026
Kamis / 02-07-2026, 07:28 WIB
Minyak Jadi Biang Kerok Defisit Neraca Dagang Juni 2026
Kamis / 02-07-2026, 07:28 WIB






