Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat mengungkapkan alasan di balik penunjukan DKI Jakarta sebagai daerah penyangga untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Keputusan ini diambil untuk menyiasati keterbatasan infrastruktur olahraga tanpa melanggar instruksi efisiensi anggaran negara.

>>> Riley Gaines: Perjuangan Atlet Trans di Olahraga Putri Belum Berakhir

Pemerintah pusat melarang pembangunan fasilitas olahraga baru selama masa persiapan. Panitia pelaksana harus mengoptimalkan sarana prasarana yang sudah tersedia di NTT dan NTB.

Kolaborasi Strategis

Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengatakan kebijakan tidak membangun venue baru membuat mereka memutuskan untuk bertanding di wilayah yang fasilitasnya sudah siap.

Sisa cabang olahraga lain akan dipertandingkan di Jakarta. Marciano berterima kasih kepada Gubernur Jakarta atas kesediaannya menjadi daerah penyangga.

Menpora Erick Thohir telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) penyelenggaraan sehingga persiapan bisa lebih cepat.

Marciano menegaskan langkah kolaboratif ini krusial mengingat tenggat waktu PON XXII tersisa dua tahun lima bulan lagi. Sinergi antardaerah diharapkan menyelamatkan nasib cabang olahraga prestasi.

>>> Laporan Otopsi Ungkap Detail Kematian Aktor 'The Wire' James Ransone

KONI Pusat menilai ajang empat tahunan ini tidak boleh menurunkan standar kompetisi. Penunjukan Jakarta disepakati untuk memfasilitasi nomor pertandingan yang membutuhkan spesifikasi arena khusus.

Marciano menjelaskan fokus PON XXII tidak hanya terbatas pada Olympic Sport, tetapi juga harus memberi ruang bagi cabang olahraga Asian Games serta Sea Games berprestasi.

Menpora Erick Thohir mendukung penuh keputusan tersebut untuk menghindari risiko proyek mangkrak akibat pembangunan sarana baru. Ia menekankan pentingnya pemetaan kelayakan seluruh arena olahraga yang ada.

Erick mengatakan hal paling penting adalah memetakan venue terlebih dahulu. Jika ada perbaikan atau mempercantik fasilitas, anggarannya akan dihitung kemudian.

Pemerintah pusat bersama lembaga pengawas kini fokus memverifikasi kesanggupan pendanaan daerah demi tata kelola keuangan yang akuntabel.

>>> PSGC Ciamis Resmi Jadi Tim Satelit Persib untuk Musim 2026/2027

Pendekatan matang ini diharapkan melahirkan kesuksesan penyelenggaraan, prestasi atlet, administrasi, hingga dampak ekonomi daerah.