Perempuan disabilitas di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengembangkan usaha, mulai dari keterbatasan akses hingga stigma sosial.

Namun, semangat untuk berkarya dan mandiri secara ekonomi tetap menyala. Hal ini terlihat dalam program SisBerdaya dan DisBerdaya 2026.

>>> Aturan Minum Magnesium yang Benar agar Tak Mudah Stres dan Tidur Nyenyak di Usia 30-an

Dari lebih dari 6.000 pelaku UMKM perempuan dan penyandang disabilitas, sebanyak 35 finalis terpilih untuk memamerkan produk di Semasa Piknik 2026, Lapangan Banteng, Jakarta, pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Kesempatan ini bukan sekadar berjualan.

Para peserta bisa bertemu langsung dengan pelanggan, memahami tren pasar, dan menguji potensi bisnis yang dibangun dari daerah masing-masing.

Momentum Emas bagi Perempuan Pengusaha

Director of Communications DANA Indonesia, Olavina Harahap, menyebut kehadiran para finalis di Semasa Piknik sebagai momentum penting dalam perjalanan bisnis mereka.

“Ini adalah momentum emas bagi para perempuan pengusaha dan penyandang disabilitas untuk memperkecil jarak dengan pelanggan, sekaligus mempraktikkan langsung ilmu serta keterampilan digital yang telah mereka serap selama sesi mentoring,” ujarnya.

Menurut Olavina, pengalaman ini diharapkan membantu membangun bisnis yang lebih terstruktur, adaptif, dan berkelanjutan.

Para finalis terpilih melalui seleksi ketat. Mereka diminta mengajukan proposal bisnis berisi cerita usaha dan rencana pengembangan jika mendapat dukungan modal.

>>> Psikolog Ungkap Alasan Remaja Sering Membantah, Bisa Jadi Tanda Positif

Bidang usaha para finalis sangat beragam.

Sekitar 50 persen bergerak di sektor kuliner, hampir 20 persen di kerajinan tangan, sisanya dari jasa, bimbingan belajar, penerbitan buku, hingga konveksi.

Produk yang dipamerkan antara lain kering kentang, keripik kulit ayam, sambal, stik keju gluten free, serta aneka tas dan aksesori buatan tangan.