Misbakhun: KEM-PPKF 2027 Harus Jaga Daya Beli Kelas Menengah
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan bahwa pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2027 harus diarahkan untuk menjaga kekuatan ekonomi domestik, terutama kelompok kelas menengah.
Menurut Misbakhun, kelas menengah selama ini menjadi penggerak utama konsumsi dan aktivitas ekonomi nasional.
>>> Lamine Yamal dan Nico Williams Kembali Berlatih Penuh Bersama Timnas Spanyol
Tantangan ekonomi saat ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga mulai dirasakan oleh kelompok kelas menengah.
"Banyak keluarga kelas menengah hari ini menghadapi situasi yang tidak mudah.
Pengeluaran bertambah, cicilan tetap berjalan, biaya pendidikan naik, sementara mereka juga harus memikirkan tabungan dan masa depan keluarganya," kata Misbakhun dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6/2026).
Ia menilai target pertumbuhan ekonomi 2027 tidak boleh hanya berhenti pada angka.
Pertumbuhan harus mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih baik, memperkuat dunia usaha, dan menjaga daya beli masyarakat.
Kelas Menengah sebagai Penyangga Ekonomi
Misbakhun menjelaskan bahwa kelas menengah memiliki peran penting dalam menjaga pergerakan ekonomi nasional.
>>> Uji Ketajaman Mata dengan Tantangan Mencocokkan Bayangan
Ketika kelompok ini memiliki keyakinan untuk berbelanja, membeli rumah, membuka usaha, atau berinvestasi, aktivitas ekonomi akan tumbuh lebih kuat.
Sebaliknya, jika mereka mulai menahan konsumsi dan menunda berbagai keputusan ekonomi, dampaknya akan cepat dirasakan oleh dunia usaha dan lapangan kerja.
"Menjaga kelas menengah bukan semata-mata soal membantu satu kelompok masyarakat. Ini juga soal menjaga mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap bergerak," ujarnya.
Penerimaan Negara Harus Berkeadilan
Dalam pembahasan KEM-PPKF 2027, pemerintah dan DPR menyepakati target rasio pendapatan negara pada kisaran 12,01% hingga 12,40% terhadap PDB.
Misbakhun menilai target tersebut harus dicapai melalui perluasan basis penerimaan dan reformasi fiskal yang lebih berkualitas.
Ia menekankan bahwa jangan sampai kelas menengah yang selama ini menjadi penggerak utama ekonomi domestik justru semakin terbebani.
>>> Makna Mendalam Ayat Fa Inna Maal Usri Yusra dalam Al Quran
"Reformasi fiskal harus dilakukan dengan prinsip keadilan dan mendorong pertumbuhan," katanya.
Update Terbaru
Tren Wisata Restorasi dan Pemulihan Diri Meningkat di Tengah Ketidakpastian Global
Jumat / 12-06-2026, 13:36 WIB
Meksiko dan Korea Selatan Raih Kemenangan di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 13:36 WIB
Krisis Perumahan Los Angeles: Warga Berpenghasilan Rendah Terancam Kehilangan Tempat Tinggal
Jumat / 12-06-2026, 13:36 WIB
Siapa Anak dan Suami Putri Bajrakitiyabha Anak Sulung Raja Thailand yang Meninggal Dunia Usai Sakit Selama Tiga Tahun
Jumat / 12-06-2026, 13:34 WIB
Putri Bajrakitiyabha Sakit Apa? Inilah Kronologi Kematian Anak Sulung Raja Thailand Usai Sakit Selama Tiga Tahun
Jumat / 12-06-2026, 13:33 WIB
Kawasaki Resmi Luncurkan KLX150 XPL di PRJ 2026, Motor Dual-Purpose Bergaya Overland
Jumat / 12-06-2026, 13:32 WIB
Brawijaya Hospital Perkenalkan Empat Layanan Unggulan Center of Excellence
Jumat / 12-06-2026, 13:31 WIB
PT Daya Intiguna Yasa Tbk Bagikan Dividen Rp 452 Miliar
Jumat / 12-06-2026, 13:31 WIB
Allianz Life dan Bank SMBC Indonesia Luncurkan Guardia Income Assurance
Jumat / 12-06-2026, 13:29 WIB
Pemerintah Batalkan Kenaikan HET Minyakita, Harga Tetap Rp15.700 per Liter
Jumat / 12-06-2026, 13:29 WIB
Pemprov Bengkulu Susun Rencana Pengelolaan Mangrove 2026-2055
Jumat / 12-06-2026, 13:29 WIB
Komedian Bolot Jalani Perawatan Intensif Akibat Serangan Jantung
Jumat / 12-06-2026, 13:28 WIB
OpenAI Pertimbangkan Pangkas Harga ChatGPT untuk Hadapi Anthropic
Jumat / 12-06-2026, 13:28 WIB
Nonton Movie Marathon Transvision Diskon 20 Persen Pakai Allo Paylater
Jumat / 12-06-2026, 13:28 WIB






