PT Pertamina Hulu Energi OSES (PHE OSES) berkomitmen memperkuat keandalan operasional hulu migas lepas pantai.

Langkah ini diwujudkan melalui eksekusi Program Nawasena yang berfokus pada penguatan layanan dukungan kelautan.

>>> Korea Selatan Kalahkan Ceko 2-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Optimalisasi armada dan tata kelola logistik pendukung yang dijalankan secara konsisten membuahkan hasil signifikan.

Sepanjang April 2026, perusahaan mencatatkan lonjakan efisiensi operasional marine sebagai bagian dari strategi keberlanjutan bisnis.

Pencapaian efisiensi tersebut digerakkan oleh penyesuaian penggunaan kapal sesuai kebutuhan riil di lapangan.

Manajemen juga menekan perjalanan kapal yang tidak produktif, menata jadwal bunker secara efisien, serta mengganti armada dengan spesifikasi kapasitas dan konsumsi bahan bakar yang lebih ideal.

Pembangunan Armada Baru Transko Barramundi 30

Guna memperkuat strategi tersebut, pembangunan Crew Boat Transko Barramundi 30 resmi diinisiasi sejak April lalu oleh PT Tri Ratna Diesel Indonesia.

Kapal komersial milik PT Pertamina Trans Kontinental ini diproyeksikan untuk memobilisasi personel operasi lepas pantai PHE OSES secara lebih andal.

Proses perakitan armada baru ini mencakup fase fabrikasi, assembly, outfitting, hingga pengujian final.

Seluruh tahapan tersebut berada di bawah pengawasan ketat yang mengacu pada kualitas, standar klasifikasi, aspek HSSE, serta regulasi keselamatan pelayaran.

Kapal dengan kapasitas tampung 30 orang ini dirancang khusus untuk mengoptimalkan konsumsi bahan bakar pekerja di wilayah kerja lepas pantai.

>>> 33 Titik Demo Jakarta Jumat 12 Juni 2026, Bundaran HI hingga Monas Jadi Lokasi Aksi

Kehadiran armada baru ini menjadi instrumen penting bagi perusahaan dalam merespons dinamika aktivitas hulu migas yang bergerak cepat.

Rekam jejak efisiensi PHE OSES sejatinya telah berlangsung secara konsisten dalam kurun waktu 2024 sampai April 2026.