PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyambut positif dukungan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas pasar modal.

Hal ini disampaikan saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona negatif secara year to date.

>>> IHSG Melompat ke Level 5.959,34 Dipicu Rebound Saham Big Caps

Pertemuan strategis digelar di Jakarta pada Senin (9/6/2026).

Hadir antara lain Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, COO BPI Danantara Dony Oskaria, dan Direktur Utama BRI Hery Gunardi.

Para pemangku kepentingan meyakini sektor perbankan memiliki fundamental yang solid. Perhatian terhadap BUMN mencerminkan keyakinan kuat terhadap prospek jangka panjang perusahaan.

Wacana Buyback Saham BUMN

Salah satu langkah yang dibahas adalah wacana buyback saham emiten BUMN. Hery Gunardi menegaskan bahwa kepercayaan investor terhadap saham perbankan nasional ditopang oleh kinerja industri yang resilien.

Industri perbankan mencatat pertumbuhan kredit positif, kualitas aset terjaga, serta likuiditas dan permodalan yang kuat.

>>> Tecno Resmi Luncurkan Pova 8 5G dengan Baterai 8.000 mAh di India

Data OJK hingga April 2026 menunjukkan kredit perbankan nasional tumbuh 9,98% secara tahunan.

Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat 11,40%.

Hery Gunardi yang juga Ketua Umum Perbanas menyebut hal ini menunjukkan kepercayaan publik terhadap industri perbankan tetap terjaga.

Manajemen BRI saat ini memprioritaskan peningkatan performa internal dan pemenuhan regulasi. Fokus kerja diarahkan pada penguatan fundamental, pemeliharaan kualitas aset, serta penciptaan nilai tambah bagi pemegang saham.

Terkait wacana buyback, Hery menegaskan setiap aksi korporasi akan dikaji secara cermat sesuai ketentuan regulator.

>>> IHSG Melonjak 74 Poin pada 12 Juni 2026, Lima Saham Jadi Top Gainers

Saat ini fokus utama BRI tetap pada penguatan fundamental dan penciptaan nilai jangka panjang.