“Sementara 1 pasien lainnya yang dalam kondisi kritis dinyatakan meninggal dalam proses upaya stabilisasi di Ruang RES. Pasien tersebut merupakan pasien rujukan yang menjalani tindakan operasi jantung, dan pasca operasi kondisinya masih kritis dengan menggunakan alat bantu pernapasan (ventilator) serta menjalani prosedur cuci darah (hemodialisis),” ujarnya.

Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD dr Soetomo Ahmad Suryawan menegaskan korban meninggal tidak disebabkan paparan asap kebakaran.

Menurut dia, kondisi pasien memang sudah sangat kritis sebelum kebakaran terjadi karena menggunakan sejumlah alat bantu penunjang organ vital.

Evakuasi Berlangsung di Tengah Asap Tebal

Koordinator Evakuasi Pasien RSUD dr Soetomo, dr Rizal, menjelaskan proses penyelamatan berlangsung dalam kondisi cukup berat akibat kepulan asap memenuhi lantai atas gedung.

“Kami naik kondisi pekat lantai 3-6. Di lantai 6, kami temukan 2 pasien tersebut. Satu pasien kondisinya lebih buruk. Satunya lagi kondisinya lebih baik. Kami evakuasi bertahap keduanya,” ujar Rizal.

Pasien yang dipindahkan berasal dari lantai 1 hingga lantai 6 Gedung PPJT. Untuk sementara waktu, layanan jantung terpadu dialihkan ke gedung lain agar pelayanan medis tetap berjalan.

Saat ini, kepolisian bersama petugas pemadam kebakaran masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran di Gedung PPJT RSUD dr Soetomo Surabaya.