Memasuki Mei 2026, unit baru mulai lebih sulit ditemukan di pasaran. Harga bekasnya kini berada di kisaran Rp2,6 juta hingga Rp3,4 juta tergantung kondisi dan kelengkapan perangkat.

Beberapa penjual juga menawarkan paket tambahan seperti casing atau keyboard untuk menarik minat pembeli di pasar tablet entry-level.

Sebelum membeli unit second, calon pengguna disarankan memeriksa kondisi layar, baterai, serta memastikan spesifikasi penyimpanan sesuai kebutuhan.

Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan

Huawei MatePad SE 11 tidak menyediakan slot SIM card sehingga koneksi internet hanya mengandalkan WiFi atau tethering dari smartphone.

Tablet ini juga tidak memiliki jack audio 3,5 mm. Pengguna harus memakai earphone Bluetooth atau adaptor USB-C untuk headset kabel.

Refresh rate 60Hz menjadi kekurangan lain yang cukup terasa di tengah persaingan tablet murah yang kini mulai mengadopsi panel 90Hz hingga 120Hz.

Selain itu, beberapa varian tidak mendukung microSD sehingga kapasitas penyimpanan tidak bisa diperluas.

Pesaing di Kelas Harga Rp2 Jutaan

Pada segmen harga Rp2 jutaan hingga Rp3 jutaan, Huawei MatePad SE 11 harus bersaing dengan sejumlah tablet lain yang menawarkan spesifikasi menarik.

  • Redmi Pad SE dengan refresh rate lebih tinggi dan dukungan Google penuh
  • Samsung Galaxy Tab A9+ dengan One UI yang lebih familiar
  • Infinix XPad dengan spesifikasi agresif di kelas entry-level
  • Tablet Realme dan Lenovo yang mulai ramai di pasar Indonesia

Meski kompetisi semakin ketat, Huawei MatePad SE 11 masih memiliki daya tarik pada desain premium serta kualitas audio stereo yang cukup unggul untuk kebutuhan multimedia.

Tablet ini masih layak dipertimbangkan pada 2026 bagi pengguna yang membutuhkan perangkat untuk belajar, streaming, dan aktivitas ringan sehari-hari. Namun bagi pengguna yang mengutamakan refresh rate tinggi atau layanan Google yang lebih praktis, alternatif lain mungkin terasa lebih menarik.