Seiring waktu, nafsu makan Mandala menurun dan kondisi tubuhnya semakin melemah. Meski sempat mendapatkan penanganan awal, kondisi kesehatannya tidak kunjung membaik.

Sehari sebelum meninggal, kaki Mandala dilaporkan semakin membengkak. Ia sempat mendapatkan suntikan di sekitar tempat tinggalnya.

Namun, pada keesokan harinya, Mandala ditemukan telah meninggal dunia saat tidur.

“Awalnya saya kira masih tidur seperti biasa. Tapi setelah dicek, nadinya sudah tidak ada,” kata Ratnasari.

>>> Jadwal Program Televisi Kamis, 7 Mei 2026 ada Film Underworld (2003) dan Jungle 2017 di ANTV, GTV, Indosiar, MDTV, Metro TV, MNCTV, RCTI, SCTV, Trans 7, Trans TV dan TVONE serta Link Streaming

Kondisi Keluarga Tertutup dari Lingkungan Sekolah

Selama ini, kondisi ekonomi keluarga tidak diketahui pihak sekolah. Ratnasari mengaku meminta anaknya untuk tidak menunjukkan kesulitan yang mereka alami.

Ia juga sempat berharap bantuan pendidikan dari pemerintah, namun tidak pernah diterima.

Menurut Ratnasari, selama bersekolah di SMK, Mandala bahkan tidak pernah membawa uang saku.

Perhatian dari Tim Perlindungan Anak

Kasus ini mendapat perhatian dari Tim Respon Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur.

Berdasarkan hasil penelusuran, dugaan awal terkait gizi buruk dinilai tidak sepenuhnya tepat.

  • Luka kaki disebabkan sepatu yang terlalu sempit
  • Infeksi berkembang akibat gesekan terus-menerus
  • Aktivitas berdiri saat magang memperparah kondisi

Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun, menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi berbagai pihak.

Ia menilai bantuan pendidikan seharusnya tidak hanya terfokus pada siswa baru, tetapi juga mempertimbangkan kondisi ekonomi siswa secara menyeluruh.

Menurutnya, data keluarga yang tersedia seharusnya dapat dimanfaatkan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Peristiwa ini menjadi sorotan serius, terutama terkait akses perlengkapan dasar pendidikan yang seharusnya dapat mencegah kejadian serupa di masa mendatang.