Anime Wistoria: Wand and Sword Season 2 berlanjut ke episode 4 yang tayang pada 3 Mei 2026 dengan subtitle Indonesia. Cerita kali ini berfokus pada Will yang mulai menunjukkan perubahan besar setelah peristiwa tragis di episode sebelumnya.

Episode bertajuk And the Story Begins menjadi lanjutan langsung dari konflik di Arc Terminalia yang belum selesai.

Kebangkitan Kekuatan Will

Setelah kehilangan Rosti dan melihat gurunya tumbang, Will berada di titik terendah. Namun dorongan dari Finn membuatnya kembali bangkit.

Ia mulai menyadari bahwa kekuatan yang selama ini ia cari bukan berasal dari sihir konvensional, melainkan dari keberanian yang ia miliki.

Prediksi Jalannya Episode 4

Dengan pembatas pedang yang telah dilepas, Will diperkirakan akan menunjukkan kemampuan bertarung yang jauh berbeda dibanding sebelumnya. Serangan terhadap para Dinoboroses kemungkinan akan berakhir cepat.

Fokus utama cerita kemudian beralih pada pertarungan melawan Devander, monster yang sebelumnya membuat para penyihir kewalahan.

Pertarungan ini diperkirakan berlangsung lebih intens, karena Devander memiliki kemampuan menyerap kekuatan dari makhluk yang dikalahkannya.

Peluang Kemenangan dan Risiko

Meski Will telah memperoleh kekuatan baru, pertarungan melawan Devander tidak akan berjalan mudah. Ada kemungkinan Will harus mengorbankan sesuatu untuk menghentikan ancaman tersebut.

Di sisi lain, dukungan dari rekan-rekannya mulai terlihat. Karakter yang sebelumnya meragukan Will kemungkinan berubah sikap setelah melihat kemampuannya.

Peran Karakter Lain

Kemunculan bantuan dari pihak lain, termasuk Elfaria, masih terbuka. Jika itu terjadi, pertarungan bisa berubah arah dengan cepat.

Namun jika tidak, Will akan menjadi satu-satunya harapan untuk menghentikan kekacauan yang terjadi di kota.

Arah Cerita Selanjutnya

Episode ini berpotensi menjadi penutup Arc Terminalia atau setidaknya menuju akhir konflik. Hasil pertarungan melawan Devander akan menentukan arah cerita berikutnya.

Perjalanan Will juga mulai memasuki fase baru, bukan lagi sekadar siswa yang diremehkan, tetapi sosok yang mulai diakui di medan pertempuran.