Veto Coup d’État

Kudeta ini terjadi ketika militer atau kelompok tertentu menolak keberadaan kelompok politik lain dan berusaha menghentikan pengaruhnya. Biasanya muncul akibat konflik antara militer dengan oposisi.

Kudeta Berdasarkan Pelakunya

Kudeta militer adalah yang paling sering terjadi, di mana angkatan bersenjata mengambil alih pemerintahan dan menggulingkan pemimpin sipil.

Militer memiliki kekuatan organisasi, senjata, dan akses ke lembaga keamanan.

Kudeta sipil dilakukan oleh kelompok non-militer, seperti partai politik atau individu berpengaruh. Kudeta regional hanya terjadi di lingkup wilayah tertentu, seperti daerah atau kota, tanpa mengambil alih pusat.

>>> Cek Status Penerima Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 2026, Begini Caranya

Faktor Penyebab Kudeta

Kudeta tidak terjadi tiba-tiba.

Beberapa faktor dapat meningkatkan kemungkinannya, antara lain ketidakstabilan politik, konflik sosial dan ekonomi, lemahnya institusi pemerintah, besarnya peran militer dalam politik, serta dukungan dari pihak eksternal.

Ketidakstabilan politik seperti konflik antarpartai atau ketidakpercayaan masyarakat dapat menjadi pemicu. Masalah ekonomi seperti kesenjangan dan kemiskinan juga memperbesar peluang kudeta.

Pemerintahan dengan lembaga lemah, pengawasan buruk, dan korupsi tinggi membuka peluang kudeta. Negara yang memberi pengaruh besar kepada militer juga berisiko lebih tinggi.

Intervensi negara lain berupa dana, perlengkapan, atau dukungan politik dapat memperkuat kelompok yang ingin merebut kekuasaan.

Contoh Negara yang Mengalami Kudeta

Kudeta telah terjadi di berbagai negara dan menyebabkan perubahan pemerintahan.

Beberapa contoh kudeta yang berhasil antara lain Thailand (20 September 2006), Fiji (5 Desember 2006), Guinea (23 Desember 2008), Mauritania (6 Agustus 2008), Madagaskar (16 Maret 2009), Honduras (28 Juni 2009), dan Nigeria (10 Februari 2010).

>>> Lengkuas: Rempah Serbaguna dengan Segudang Manfaat Kesehatan

Contoh terkenal lainnya adalah kudeta di Uganda pada 1971 yang dilakukan Idi Amin dengan menguasai militer untuk mengambil alih pemerintahan.