Kudeta merupakan istilah yang kerap muncul dalam dunia politik, terutama saat terjadi pergantian kekuasaan secara paksa.

Peristiwa ini biasanya melibatkan kelompok tertentu yang mengambil alih pemerintahan tanpa melalui mekanisme hukum yang sah.

>>> Harga BBM di SPBU Masih Stabil hingga Akhir Juli 2026, Ini Rinciannya

Kudeta dapat terjadi di berbagai negara dan sering menjadi penyebab perubahan kepemimpinan atau rezim. Lantas, apa sebenarnya pengertian kudeta, apa saja jenisnya, faktor penyebab, serta contohnya?

Berikut penjelasannya.

Pengertian Kudeta

Kudeta berasal dari bahasa Prancis coup d’état yang berarti 'pukulan terhadap negara'. Menurut KBBI, kudeta adalah perebutan kekuasaan (pemerintahan) dengan paksa.

Christopher D.

Moore dalam buku Pengantar Ilmu Pemerintahan karya Muhtar Haboddin mendefinisikan kudeta sebagai pengalihan kekuasaan secara ekstra-legal yang mengubah struktur sosial dan politik tradisional.

Kudeta biasanya dilakukan tanpa kehendak rakyat dan bisa dengan atau tanpa kekerasan. Pelakunya umumnya berasal dari kelompok militer, politik, atau pihak yang memiliki akses terhadap kekuatan negara.

Berbeda dengan revolusi yang melibatkan massa besar untuk mengubah sistem sosial, ekonomi, dan politik, kudeta dilakukan oleh kelompok kecil yang memiliki pengaruh.

>>> Beasiswa Penuh UISI 2026: Lulusan SMA hingga 2026 Bisa Kuliah Gratis 8 Semester

Jenis-Jenis Kudeta

Samuel P. Huntington membagi kudeta berdasarkan tujuan dan pelakunya.

Berikut beberapa jenis yang umum dikenal.

Breakthrough Coup d’État

Kudeta ini dilakukan militer untuk menggulingkan pemerintahan tradisional dan membangun sistem baru. Kelompok militer berusaha menciptakan elite birokrasi baru yang dianggap lebih mampu.

Guardian Coup d’État

Kudeta ini dilakukan dengan alasan menjaga ketertiban umum atau menyelamatkan negara dari ancaman. Militer menganggap dirinya bertanggung jawab menjaga stabilitas nasional dan sering dibungkus dengan patriotisme.