Zelensky Sebut Rusia Siapkan Pengerahan 30.000 Tentara Korea Utara
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa Rusia tengah mempersiapkan pengerahan 30.000 prajurit asal Korea Utara untuk memperkuat invasi militer ke Ukraina.
Selain pasukan, Pyongyang juga dilaporkan akan mengirimkan lebih banyak peluncur rudal balistik ke Moskow.
>>> Fajar/Fikri Syukur Raih Gelar Beruntun: Juara Japan Open dan China Open 2026
Pernyataan tersebut disampaikan Zelensky melalui unggahan di akun X miliknya setelah pidato video harian.
Ia mengungkapkan bahwa persiapan penerimaan pasukan telah dilakukan Rusia sejak Juni di wilayah perbatasan barat daya, khususnya di Voronezh.
"Rusia berencana menerima 30.000 pasukan tambahan dari Korea Utara. Sejak Juni, persiapan telah berjalan di wilayah Voronezh, Rusia, untuk menyambut kedatangan mereka," tulis Zelensky.
Ia menambahkan, "Korea Utara juga bersiap untuk memindahkan peluncur rudal balistik tambahan ke Rusia."
Zelensky memperingatkan bahwa pengerahan pasukan dan transfer teknologi militer ini tidak hanya membahayakan Ukraina, tetapi juga mengancam stabilitas keamanan di kawasan Asia.
"Ini adalah ancaman tidak hanya bagi Ukraina. Rusia membantu Korea Utara belajar cara berperang, meningkatkan kualitas persenjataannya, serta mendapatkan pengalaman tempur nyata," tegasnya.
>>> Indonesia Jadi Pembeli Pertama Rudal Astra Buatan India, China Waspada
"Semua ini adalah ancaman bagi siapapun di Asia yang berada dalam jangkauan rudal Korea Utara."
Pernyataan ini muncul tak lama setelah Menteri Luar Negeri Korea Utara, Choe Son-hui, menyelesaikan kunjungan empat hari ke Moskow.
Dalam kunjungannya, Choe bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menlu Sergey Lavrov, memicu spekulasi bahwa Pyongyang tengah mengatur jadwal kunjungan kenegaraan pemimpin tertinggi Kim Jong-un ke Rusia.
Sebelumnya, Vladimir Putin dan Kim Jong-un menandatangani pakta pertahanan bersama pada Juni 2024.
Setelah perjanjian tersebut, Pyongyang mengirimkan gelombang pertama pasukannya ke wilayah perbatasan Rusia pada Oktober 2024 untuk mendukung invasi Moskow terhadap Kyiv.
>>> Kementan Musnahkan 312 Ton Pakan Ternak Impor Brasil yang Tercemar Babi
Sejak saat itu, Korea Utara diperkirakan telah mengirimkan sekitar 20.000 prajurit tempur dan insinyur militer ke wilayah Kursk, dengan sekitar 14.000 di antaranya masih aktif dikerahkan di garis depan pertempuran.
Update Terbaru
Sensasi uji aroma langsung ubah cara konsumen belanja parfum
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Kebijakan Baru Insentif EV Bidik Mobil dan Motor Listrik Lokal
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Garuda Muda Gilas Kamboja 5-1 Lewat Aksi Cemerlang Mitchell Baker
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Spesimen Ijazah Jokowi Berbeda dari Lulusan UGM 1985 Menurut dr. Tifa
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Bocoran Harga Global Redmi Note 17 Series Sebelum Peluncuran Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Penampilan Berwibawa Demi Moore dalam MV Animal Milik KATSEYE
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Mengenal Airbus Beluga XL, Pesawat Kargo Unik Penopang Masa Depan Industri
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Chrome ARM64 untuk Linux Dirilis Google Tanpa Pengumuman Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Aturan Sumbangan HUT RI di Surabaya Harus Sukarela Tanpa Paksaan
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Sean Diddy Combs Menjalani Hukuman Isolasi Usai Terlibat Perkelahian Penjara
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Pilihan perangkat elektronik paling diminati pembeli di Amazon
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Kasus Eric Adjepong: Pelanggaran Perintah Perlindungan Mantan Istri
Senin / 27-07-2026, 23:42 WIB
Aksi N3on dan Ryan Garcia Gelar Cuci Mobil Amal Bantu Korban ICE
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Persija Tumbang di Laga Perdana, Shin Tae-yong Ungkap Kendala Tim
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB







