Samsung Unggulkan Keunggulan Kacamata Pintarnya Dibanding Meta
Samsung mulai serius menantang dominasi Meta di pasar kacamata pintar. Produk pertama mereka lahir dari kolaborasi dengan Google, Qualcomm, serta merek kacamata Gentle Monster dan Warby Parker.
Dalam sebuah sesi pers setelah acara Unpacked pekan ini, Samsung membeberkan filosofi di balik perangkat anyar ini dan bagaimana mereka akan membedakan diri dari pesaing utamanya.
Keunggulan Teknologi dari Spesialis Ponsel
Kepala Tim Penelitian dan Pengembangan Extended Reality Samsung Electronics, Choi Jae-in, menegaskan bahwa kacamata pintar Samsung adalah "perangkat wearable buatan spesialis ponsel pintar."
Ia menekankan bahwa produk ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan ponsel, melainkan untuk memperluas pengalaman mobile.
Sebagai merek ponsel pertama yang memasuki pasar kacamata pintar, Samsung mengandalkan kecanggihan teknologinya untuk menghadirkan pengalaman ringan dan nyaman tanpa mengorbankan fitur yang diharapkan pengguna.
Ketahanan Setara Ponsel Pintar
Salah satu perbedaan utama terletak pada apa yang disebut Choi sebagai "jaminan kualitas setara ponsel."
Samsung telah menguji ketahanan dan keandalan kacamata pintar dengan standar yang sama seperti ponsel mereka, termasuk uji jatuh, kondisi luar ruangan ekstrem, hingga paparan bahan kimia seperti tabir surya dan kosmetik.
Bahkan, Samsung menciptakan 20 metode pengujian baru khusus untuk kacamata pintar guna memastikan ketahanan yang luar biasa.
Pendekatan Berbeda untuk Kenyamanan Maksimal
Dibandingkan dengan Meta, Choi menyatakan bahwa Samsung mengambil "pendekatan dan arah teknologi yang berbeda" untuk kacamata pintarnya.
Samsung telah bekerja keras mengurangi bobot dan meningkatkan kenyamanan agar kacamata ini nyaman dipakai sepanjang hari.
Dengan demikian, pengguna tidak perlu khawatir merasa tidak nyaman meskipun menggunakannya dalam waktu lama.
Samsung juga menyoroti beberapa cara lain di mana kacamata pintar mereka akan lebih unggul dari Meta, yang saat ini menjadi pemain dominan di pasar.
Dengan kombinasi kemitraan strategis, pengujian ketat, dan fokus pada kenyamanan, Samsung optimis dapat merebut hati konsumen yang mencari alternatif dari produk Meta.
Update Terbaru
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Vernon dan DK SEVENTEEN Umumkan Jadwal Resmi Wajib Militer
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
BabyMonster Siap Rilis Video Musik MOON pada 3 Agustus Mendatang
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Perjalanan Emosional Ibu dan Anak dalam The Journey to Gyeongju
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Festival musik global Fanomenon siap digelar Korea Selatan di LA pada 2028
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Boy band NouerA kembali lewat EP keempat berjudul .exe dengan konsep cinta
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Kecelakaan Maut Ferrari SF90 Terbelah Dua di Australia, Pengemudi Selamat
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Eks Insinyur VW Didakwa Insider Trading Saham Rivian dan Cari Batas Waktu Hukum
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Barclays, Halifax, dan Lloyds Alami Gangguan Massal Akses Rekening
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Susunan Pemain Laga Indonesia vs Kamboja: Debut Baker Warnai Lini Depan Garuda
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Danantara Masuk KSSK, Prabowo Ingin Kebijakan Ekonomi Lebih Luas
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Sebut AS Geng Mafia dan Abaikan Hukum, Iran Ajukan Syarat Diplomasi
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB







