Menko AHY Dorong Dekarbonisasi Transportasi demi Kemandirian Energi
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa dekarbonisasi sektor transportasi merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan energi nasional.
Hal ini disampaikan AHY saat menghadiri Indonesia Zero Emission Heavy Duty Vehicle (IZEHDV) Forum di Jakarta, Kamis (23/7).
>>> Wakapolri Pimpin Pemeriksaan Penampilan 404 Calon Taruna Akpol 2026
Menurut AHY, konflik geopolitik global telah mengganggu rantai pasok energi dan mendorong kenaikan harga minyak, sehingga Indonesia harus memperkuat kemandirian energi.
"Ketahanan energi menjadi fondasi penting bagi lebih dari 280 juta penduduk Indonesia agar pertumbuhan ekonomi tetap berjalan," ujar AHY.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kebutuhan energi juga diikuti oleh pertambahan emisi karbon yang berdampak pada lingkungan dan kesehatan.
Saat ini, sekitar 55 persen emisi karbon Indonesia berasal dari sektor energi, dengan 22 persen dari sektor transportasi, dan 89 persen di antaranya dari transportasi darat.
Kendaraan berat tercatat sekitar tiga juta unit, menyumbang sekitar 31 persen emisi karbon sektor transportasi darat.
Langkah Dekarbonisasi dan Elektrifikasi
Pemerintah mendorong berbagai langkah dekarbonisasi, termasuk peningkatan efisiensi energi, percepatan elektrifikasi kendaraan, dan pengembangan kendaraan listrik nasional seperti truk dan bus listrik.
AHY menekankan bahwa elektrifikasi memerlukan dukungan kebijakan, edukasi, dan insentif yang tepat, serta pengembangan industri kendaraan listrik dalam negeri.
>>> Status Halal Warung Bakmi Legendaris Bandung Dipertanyakan
Selain elektrifikasi, pemerintah juga memperluas penggunaan biodiesel B50 untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak.
"Semakin besar pasokan energi dari dalam negeri, semakin kecil ketergantungan terhadap fluktuasi harga minyak dunia," jelas AHY.
Penanganan ODOL dan Logistik
AHY juga menegaskan komitmen pemerintah menata kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang menjadi tantangan keselamatan transportasi.
Update Terbaru
Sensasi uji aroma langsung ubah cara konsumen belanja parfum
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Kebijakan Baru Insentif EV Bidik Mobil dan Motor Listrik Lokal
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Garuda Muda Gilas Kamboja 5-1 Lewat Aksi Cemerlang Mitchell Baker
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Spesimen Ijazah Jokowi Berbeda dari Lulusan UGM 1985 Menurut dr. Tifa
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Bocoran Harga Global Redmi Note 17 Series Sebelum Peluncuran Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Penampilan Berwibawa Demi Moore dalam MV Animal Milik KATSEYE
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Mengenal Airbus Beluga XL, Pesawat Kargo Unik Penopang Masa Depan Industri
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Chrome ARM64 untuk Linux Dirilis Google Tanpa Pengumuman Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Aturan Sumbangan HUT RI di Surabaya Harus Sukarela Tanpa Paksaan
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Sean Diddy Combs Menjalani Hukuman Isolasi Usai Terlibat Perkelahian Penjara
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Pilihan perangkat elektronik paling diminati pembeli di Amazon
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Kasus Eric Adjepong: Pelanggaran Perintah Perlindungan Mantan Istri
Senin / 27-07-2026, 23:42 WIB
Aksi N3on dan Ryan Garcia Gelar Cuci Mobil Amal Bantu Korban ICE
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Persija Tumbang di Laga Perdana, Shin Tae-yong Ungkap Kendala Tim
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB







