DPR Akan Bahas Isu LGBTQ dalam RUU Sisdiknas, Tak Hanya Kurikulum
Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menyatakan bahwa usulan terkait pencegahan LGBTQ dapat dibahas dalam Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) yang tengah berproses di DPR.
Hal itu disampaikan menanggapi rencana Kementerian Agama (Kemenag) yang akan memasukkan materi edukasi pencegahan fenomena orientasi seksual LGBTQ ke dalam kurikulum sekolah mulai tahun ini.
>>> Cara Skrining Kesehatan di BPJS Kesehatan Lewat Aplikasi Mobile JKN
Saan mengatakan seluruh masukan terkait kurikulum akan dipertimbangkan dalam pembahasan RUU Sisdiknas.
"Nanti kita--masukan dari Kementerian Agama nanti kita sampaikan di Komisi X [DPR]," ujarnya di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/7).
Menurutnya, pemberian pemahaman tentang pencegahan LGBTQ sejak jenjang SD penting dilakukan sebagai bagian dari pendidikan sejak dini.
Materi Pencegahan LGBTQ di Kurikulum
Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i menjelaskan bahwa materi pencegahan LGBTQ akan disisipkan pada proses pembelajaran di kurikulum yang sudah berjalan untuk siswa kelas IV SD hingga SMA.
"Sasaran insersi kurikulum ini adalah peserta didik mulai dari kelas IV sekolah dasar, kemudian jenjang SMP dan SMA," jelas Romo dalam artikel yang dipublikasi Kemenag pada Rabu (22/7).
Ia menambahkan bahwa materi tersebut tidak membahas praktik penyebaran secara rinci, melainkan fokus memberikan pemahaman agar anak-anak tidak terlibat dalam gerakan budaya LGBTQ.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Perpres 111/2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara, yang menetapkan penyebaran budaya LGBTQ sebagai salah satu ancaman nonmiliter.
Menteri Koordinator PMK Pratikno mengatakan pelaksanaan kebijakan tersebut mengacu pada Perpres 111/2025, dan kerja sama lintas lembaga digalakkan untuk mewujudkannya.
Tanggapan DPR dan MUI
Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam memasukkan materi pencegahan LGBTQ ke kurikulum, terutama untuk SD.
Update Terbaru
Gantikan Jay Idzes, Rizky Ridho Pimpin Lini Belakang Garuda
Senin / 27-07-2026, 22:35 WIB
Iran Tegaskan Belum Ada Negosiasi dengan AS dan Desak Perubahan Sikap Washington
Senin / 27-07-2026, 22:35 WIB
Tujuh Polisi Diperiksa Bareskrim, Wakapolres Tangsel Buka Suara
Senin / 27-07-2026, 22:35 WIB
Pabrik Garmen Hong Kong PHK 846 Pekerja, Ini Penjelasan Said Iqbal
Senin / 27-07-2026, 22:35 WIB
Gol Debut Mitchell Baker di Menit Keenam Bawa Timnas Indonesia Ungguli Kamboja
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Hindari 7 Kebiasaan Ini agar Barang Bawaan Tak Dicuri di Bandara
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Baker Brace di Menit ke-15, Timnas Indonesia Ungguli Kamboja 2-0
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Kasat Narkoba Tangsel Dinyatakan Tak Terlibat Etomidate, Pemeriksaan Lanjut
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Iran Peringatkan Ukraina Akan Konsekuensi Serangan Kapal Kargo
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Amran Pastikan Kementan Tetap Produktif Meski Kursi Wamentan Kosong
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Sandy Walsh Cetak Gol Sundulan, Timnas Indonesia Hancurkan Kamboja 3-0
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Tenggat Rasio Pinggang-Tinggi Angkatan Udara AS: Data Tidak Mempengaruhi Skor Kebugaran
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Samsung Janjikan Harga Kacamata Pintar di Tingkat Wajar
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
Kacamata Pintar Samsung Hadapi Pesaing dari Apple pada 2027
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB







