Pemda DIY: 4 SMA dan Ratusan Siswa Jadi Korban Scam TOEFL saat MPLS
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengungkap adanya dugaan praktik penipuan berkedok sosialisasi tes TOEFL yang menyasar sejumlah sekolah saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Empat sekolah menengah atas (SMA) telah terkonfirmasi menjadi korban, yaitu SMAN 9 Yogyakarta, SMAN 3 Yogyakarta, SMAN 1 Tempel, dan SMAN 1 Kretek.
>>> PM Singapura Lawrence Wong Umumkan Reshuffle Kabinet, Ini Alasannya
Ratusan siswa dilaporkan terdampak.
Modus dan Kerugian
Kepala Bidang Perencanaan dan Data Disdikpora DIY, Suci Rohmadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan sosialisasi English Proficiency Test (EPT) oleh lembaga bernama Yogyaversity.
Para siswa diminta membayar biaya tes yang semula disebut Rp400 ribu menjadi Rp100 ribu dengan skema potongan harga terbatas.
Pembayaran dilakukan secara tunai, transfer, atau QRIS.
Di SMAN 9 Yogyakarta, sebanyak 100 siswa telah melakukan pembayaran masing-masing Rp100 ribu. Total dana Rp10 juta telah dikembalikan kepada siswa pada Senin (20/7).
Disdikpora DIY masih memverifikasi jumlah korban dan nilai kerugian secara keseluruhan. "Seluruh informasi terkait jumlah pihak yang terdampak maupun nilai kerugian masih dalam proses verifikasi," ujar Suci.
Pencatutan Nama Instansi
Disdikpora DIY menegaskan tidak pernah memberikan penugasan, rekomendasi, atau kemitraan resmi kepada Yogyaversity. Pencatutan nama dinas dilakukan tanpa izin.
>>> Culture Festival TelkomGroup 2026 Perkuat Peran Penggiat Budaya
Dinas sedang menempuh langkah hukum terhadap tindakan ilegal tersebut. Selain itu, Disdikpora DIY mengevaluasi mekanisme verifikasi pihak eksternal yang akan melaksanakan kegiatan di sekolah.
Masyarakat dan satuan pendidikan diimbau untuk melakukan verifikasi jika ada pihak yang mengatasnamakan Disdikpora DIY dalam menawarkan kegiatan.
Sebelumnya, unggahan viral di media sosial mengungkap dugaan penipuan serupa saat MPLS di salah satu SMA.
Dua pemateri diduga mengklaim membawa nama Disdikpora DIY dan Polda DIY agar terlihat resmi.
Setelah kegiatan, siswa mendapat informasi dari pelajar lain yang pernah mengalami kejadian serupa.
Alamat perusahaan pada kuitansi diduga tidak valid, dan tes yang diberikan bukan TOEFL melainkan EPT berbasis daring.
>>> Newcastle Turunkan Harga, Arsenal Semakin Dekat Dapatkan Bruno Guimaraes
Pihak sekolah menyatakan tidak pernah memberikan izin untuk kegiatan yang melibatkan transaksi langsung dengan siswa. Disdikpora DIY siap memfasilitasi koordinasi dengan aparat penegak hukum jika ada laporan.
Update Terbaru
Spesimen Ijazah Jokowi Berbeda dari Lulusan UGM 1985 Menurut dr. Tifa
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Bocoran Harga Global Redmi Note 17 Series Sebelum Peluncuran Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Penampilan Berwibawa Demi Moore dalam MV Animal Milik KATSEYE
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Mengenal Airbus Beluga XL, Pesawat Kargo Unik Penopang Masa Depan Industri
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Chrome ARM64 untuk Linux Dirilis Google Tanpa Pengumuman Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Aturan Sumbangan HUT RI di Surabaya Harus Sukarela Tanpa Paksaan
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Sean Diddy Combs Menjalani Hukuman Isolasi Usai Terlibat Perkelahian Penjara
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Pilihan perangkat elektronik paling diminati pembeli di Amazon
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Kasus Eric Adjepong: Pelanggaran Perintah Perlindungan Mantan Istri
Senin / 27-07-2026, 23:42 WIB
Aksi N3on dan Ryan Garcia Gelar Cuci Mobil Amal Bantu Korban ICE
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Persija Tumbang di Laga Perdana, Shin Tae-yong Ungkap Kendala Tim
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Respons Kekalahan dari Persebaya, Begini Penjelasan Rio Fahmi
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Striker Keturunan Semarang Mitchell Baker Cetak Dua Gol Debut
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Head to Head Timnas Indonesia vs Kamboja: Rekor Pertemuan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB







