Ford Disetujui Pekerja Kanada, Produksi V8 Ditingkatkan
Pekerja Ford di Kanada telah menyetujui kontrak baru secara mayoritas. Kesepakatan tiga tahun dengan serikat Unifor ini berlaku mulai 21 September hingga 19 September 2029.
Sebanyak 74% anggota memberikan suara mendukung kontrak tersebut. Pekerja tetap akan menerima kenaikan upah 9% selama masa kontrak, sementara pekerja sementara mendapat bonus lebih kecil.
>>> VW Peringatkan 140.000 Pekerjaan Terancam, Termasuk Penutupan Pabrik
Pekerja tetap penuh waktu mendapatkan bonus hingga $10.000 CAD (sekitar $7.101 USD). Pekerja sementara hanya menerima $2.000 CAD ($1.420 USD).
Kontrak ini juga mencakup peningkatan pensiun dan tunjangan karyawan.
Upah pekerja produksi penuh akan naik menjadi $50,20 CAD per jam pada akhir kontrak, sementara pekerja terampil mendapat $62,71 CAD per jam.
Selain itu, ada tunjangan biaya hidup dan peningkatan pembayaran Retirees Universal Healthcare Allowance.
Pekerja yang dirumahkan di Oakville Assembly mendapat pembayaran khusus $10.000 CAD dan program menuju pekerjaan penuh pada Juli 2027.
>>> Fiat Terancam Hengkang dari Australia Usai Jual Hanya 13 Mobil, Kalah dari Ferrari
Investasi dan Peningkatan Produksi V8
Ford berkomitmen menginvestasikan $1,25 miliar CAD ($888 juta USD) di Kanada.
Sebagian dana untuk Oakville Assembly dan $700 juta CAD ($497 juta USD) baru di Essex Engine Plant.
Investasi di Essex akan memaksimalkan produksi mesin V8 5.0 liter serta mendukung produksi dan ekspansi V8 7.3 liter.
Pabrik tersebut dijadwalkan menambah shift ketiga mulai 2029.
CEO Ford Jim Farley mengatakan perjanjian ini tentang investasi pada pekerja dan masa depan Kanada. Ia juga mendukung perjanjian USMCA yang direvisi untuk daya saing.
>>> McLaren F1 GTR Milik Nick Mason Dilelang, Harga Capai Rp 560 Miliar
Presiden Nasional Unifor Lana Payne menyebut kontrak ini memberikan keuntungan nyata dan stabilitas di tengah tantangan industri. Setelah Ford, perhatian beralih ke General Motors dan Stellantis.
Update Terbaru
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Vernon dan DK SEVENTEEN Umumkan Jadwal Resmi Wajib Militer
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
BabyMonster Siap Rilis Video Musik MOON pada 3 Agustus Mendatang
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Perjalanan Emosional Ibu dan Anak dalam The Journey to Gyeongju
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Festival musik global Fanomenon siap digelar Korea Selatan di LA pada 2028
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Boy band NouerA kembali lewat EP keempat berjudul .exe dengan konsep cinta
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Kecelakaan Maut Ferrari SF90 Terbelah Dua di Australia, Pengemudi Selamat
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Eks Insinyur VW Didakwa Insider Trading Saham Rivian dan Cari Batas Waktu Hukum
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Barclays, Halifax, dan Lloyds Alami Gangguan Massal Akses Rekening
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Susunan Pemain Laga Indonesia vs Kamboja: Debut Baker Warnai Lini Depan Garuda
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Danantara Masuk KSSK, Prabowo Ingin Kebijakan Ekonomi Lebih Luas
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Sebut AS Geng Mafia dan Abaikan Hukum, Iran Ajukan Syarat Diplomasi
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB







