Mendag Meksiko Sebut Data Lonjakan Penjualan Mobil China Menyesatkan
Pemerintah Meksiko membantah klaim lonjakan penjualan mobil China di negaranya. Wakil Menteri Perdagangan Luar Negeri Meksiko, Luis Rosendo Gutierrez, menyebut data tersebut menyesatkan.
Menurut laporan Asosiasi Distributor Otomotif Meksiko, merek China menguasai 17 persen penjualan kendaraan baru di Meksiko pada paruh pertama 2026, naik dari 14 persen tahun sebelumnya.
>>> Pesta Timnas Spanyol Rayakan Kemenangan dengan Jutaan Fans
Penjualan meningkat menjadi 137.525 unit dari 107.712 unit.
Gutierrez menjelaskan bahwa produsen mobil China telah mengirimkan stok CBU dalam jumlah besar sebelum kenaikan tarif impor pada Januari 2026.
Akibatnya, data penjualan awal tahun tidak mencerminkan dampak tarif yang sebenarnya.
Ia menegaskan bahwa impor kendaraan China justru turun 43 persen dalam lima bulan pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Yang penting bukan angka penjualan, melainkan bahwa langkah-langkah tersebut telah menghentikan impor kendaraan dari Asia," ujarnya.
Kekhawatiran AS dan Dampak pada Perdagangan
Lonjakan penjualan yang dilaporkan memicu kekhawatiran di Amerika Serikat.
AS melihat Meksiko berpotensi menjadi batu loncatan bagi produsen China yang kesulitan masuk ke pasar AS, yang dapat mengganggu industri otomotif senilai US$1,2 triliun per tahun.
Data ini menjadi agenda dalam putaran ketiga negosiasi pakta perdagangan Amerika Utara yang dijadwalkan pada Selasa (21/7) di Mexico City.
Pejabat AS dan Meksiko akan membahas angka-angka dari asosiasi distributor.
Meksiko memberlakukan tarif impor hingga 50 persen pada Januari 2026 untuk kendaraan dari China dan negara Asia lainnya.
Langkah ini disebut untuk melindungi lapangan kerja dan meyakinkan pemerintah AS.
Produsen China seperti Geely, MG Motor, Changan, dan Chery mencatat pertumbuhan penjualan terkuat.
BYD tetap menjadi pemain terbesar meskipun penjualannya sedikit menurun menjadi 33.969 unit dari 34.606 unit.
Presiden eksekutif asosiasi distributor, Guillermo Rosales, memperkirakan merek China akan terus meraih pangsa pasar meski lebih lambat.
>>> Evakuasi Reruntuhan Rumah Mewah Meledak di Medan, Satu Korban Tewas
"Pasar telah jenuh dengan pasokan," katanya, seraya menambahkan bahwa produsen China bersedia menanggung biaya tarif daripada kehilangan pangsa pasar.
Update Terbaru
Chrome ARM64 untuk Linux Dirilis Google Tanpa Pengumuman Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Aturan Sumbangan HUT RI di Surabaya Harus Sukarela Tanpa Paksaan
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Sean Diddy Combs Menjalani Hukuman Isolasi Usai Terlibat Perkelahian Penjara
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Pilihan perangkat elektronik paling diminati pembeli di Amazon
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Kasus Eric Adjepong: Pelanggaran Perintah Perlindungan Mantan Istri
Senin / 27-07-2026, 23:42 WIB
Aksi N3on dan Ryan Garcia Gelar Cuci Mobil Amal Bantu Korban ICE
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Persija Tumbang di Laga Perdana, Shin Tae-yong Ungkap Kendala Tim
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Respons Kekalahan dari Persebaya, Begini Penjelasan Rio Fahmi
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Striker Keturunan Semarang Mitchell Baker Cetak Dua Gol Debut
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Head to Head Timnas Indonesia vs Kamboja: Rekor Pertemuan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja, Nadeo Ingatkan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB







