Trump Diduga Jual Akses Prioritas Medsos, Picu Kecaman Etika
Perusahaan media sosial milik Presiden AS Donald Trump, Trump Media and Technology Group, dikabarkan tengah mempertimbangkan tarif US$100.000 atau sekitar Rp1,8 miliar per bulan untuk akses prioritas ke unggahan media sosialnya.
Rencana itu memicu kekhawatiran etika. Sejumlah kritikus menyebutnya sebagai penghalang transparansi pemerintah dan cara Trump meraup untung dari jabatannya.
>>> Drama 10 Gol: Inggris Kalahkan Prancis 6-4 di Perebutan Peringkat Tiga Piala Dunia 2026
Reuters melaporkan pada Jumat (17/7) bahwa Trump Media and Technology Group, pemilik Truth Social, telah membahas pengenaan tarif tinggi kepada trader dan perusahaan keuangan untuk akses lebih awal ke unggahan Trump.
Tarif kelas bawah senilai US$60.000 (sekitar Rp1,1 miliar) per bulan juga dibahas untuk perusahaan yang mendaftar paket tiga tahun.
Financial Times turut melaporkan rincian serupa.
Sebagai presiden salah satu ekonomi terbesar dunia, Trump memiliki kekuatan menggerakkan pasar lewat pernyataannya.
Ekonom menyebut komentarnya di media sosial soal kebijakan baru seperti tarif atau konflik internasional bisa memicu perubahan prospek keuangan global.
Kecaman Pakar Etika
Penolakan terhadap usulan tarif Truth Social datang cepat. Trump telah lama dikritik karena memanfaatkan kekuasaan jabatannya untuk keuntungan pribadi.
Kathleen Clark, pakar aturan konflik kepentingan di Washington University School of Law, mengatakan kepada Associated Press: "Dia menjual akses berbayar dan istimewa atas informasi soal apa yang ia lakukan sebagai presiden.
Ini kian menunjukkan korupsi yang terang-terangan, eksploitasi kekuasaan pemerintah yang tak pantas demi memperkaya diri sendiri."
Trump kerap menggunakan media sosial selama menjabat. Pada masa jabatan pertamanya, ia pengguna aktif Twitter, kini X.
>>> Sidang Kematian Maradona Memanas, Pengacara Hampir Baku Hantam
Update Terbaru
Bosan dengan Plafon Putih? Ini 7 Rekomendasi Warna dari Desainer
Selasa / 28-07-2026, 00:28 WIB
Splatoon Raiders Kuasai Puncak Metacritic dan Pimpin Penjualan UK
Selasa / 28-07-2026, 00:22 WIB
Stop Killing Games Kritik Langkah PlayStation Tinggalkan Kaset Fisik
Selasa / 28-07-2026, 00:15 WIB
Mainan Kucing Magikarp Pokémon Dijual Empat Kali Lipat di Pasar Sekunder
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
Evolusi Delibird di Pokémon Diamond dan Pearl Muncul dari DVD Langka
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
S.T.A.L.K.E.R. 2 Cost of Hope Ungkap Jadwal Rilis dan Menuju Chernobyl
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
Jim Carrey Beri Penghormatan Terakhir Usai Chuck Russell Meninggal
Selasa / 28-07-2026, 00:08 WIB
Evolusi Tren Gym Modern: Bukan Cuma Tempat Angkat Beban Biasa
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Makeup Praktis dan Nyaman Jadi Tuntutan Baru Gaya Hidup Perempuan Modern
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Sensasi uji aroma langsung ubah cara konsumen belanja parfum
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Kebijakan Baru Insentif EV Bidik Mobil dan Motor Listrik Lokal
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Garuda Muda Gilas Kamboja 5-1 Lewat Aksi Cemerlang Mitchell Baker
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Spesimen Ijazah Jokowi Berbeda dari Lulusan UGM 1985 Menurut dr. Tifa
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Bocoran Harga Global Redmi Note 17 Series Sebelum Peluncuran Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB







