Apa yang Terjadi Jika Asteroid Besar Menghantam Paris Besok?
Asteroid berbatu berukuran 160-330 kaki meledak di atmosfer, meratakan sekitar 80 juta pohon di area seluas 830 mil persegi.
>>> India Hadapi Inggris di ODI Kedua, Kohli Cetak 65
Asteroid 650-1.600 Kaki: Kehancuran Total
Dengan asteroid berdiameter sekitar 1.150 kaki, kehancuran meluas secara eksponensial. Dampak sebesar ini akan membuat kawah selebar tiga mil.
Energi kinetik tabrakan akan melepaskan ledakan termal yang hebat. Gelombang panas ini akan langsung membakar pakaian, pohon, dan bangunan dalam radius 18 mil.
Gelombang kejut berkecepatan tinggi akan segera menyusul, menyapu bersih struktur yang tersisa hingga puluhan mil.
Dampak sebesar ini akan memusnahkan Kota New York dan sekitarnya, dengan perkiraan korban jiwa mendekati 10 juta orang.
Asteroid Tiga Perempat Mil dan Lebih: Konsekuensi Global
Asteroid berukuran 0,6 mil (sekitar 3.300 kaki) merupakan ancaman global. Kawah yang dihasilkan akan seluas Manhattan, menyebabkan kehancuran regional absolut.
Yang lebih kritis, dampak sebesar ini akan menyemburkan jutaan ton batuan hancur ke atmosfer atas. Lapisan puing akan menghalangi sinar matahari selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.
Musim dingin global yang diakibatkannya akan mengganggu pertanian, mengubah iklim, dan mengancam ekosistem di seluruh dunia.
Kawah Bosumtwi di Ghana menjadi bukti fisik dari kehancuran kelas ini, terbentuk sekitar 1,07 juta tahun lalu oleh asteroid selebar 0,6 mil.
Pertahanan Planet
Meskipun peristiwa ekstrem ini sangat jarang terjadi dalam skala waktu manusia, badan antariksa secara aktif mengembangkan sistem pertahanan planet.
Pada tahun 2022, NASA berhasil melakukan misi Double Asteroid Redirection Test (DART).
Para insinyur sengaja menabrakkan pesawat ruang angkasa ke asteroid Dimorphos sepanjang 525 kaki, berhasil mengubah periode orbitnya. Uji coba ini menunjukkan bahwa teknologi dapat membelokkan objek yang mendekat.
>>> 37 Orang Didakwa dalam Operasi Internasional Bongkar Jaringan Kriminal India
Namun, para astronom harus mendeteksi ancaman tersebut bertahun-tahun sebelum tabrakan yang diperkirakan agar metode ini berhasil.
Update Terbaru
Chrome ARM64 untuk Linux Dirilis Google Tanpa Pengumuman Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Aturan Sumbangan HUT RI di Surabaya Harus Sukarela Tanpa Paksaan
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Sean Diddy Combs Menjalani Hukuman Isolasi Usai Terlibat Perkelahian Penjara
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Pilihan perangkat elektronik paling diminati pembeli di Amazon
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Kasus Eric Adjepong: Pelanggaran Perintah Perlindungan Mantan Istri
Senin / 27-07-2026, 23:42 WIB
Aksi N3on dan Ryan Garcia Gelar Cuci Mobil Amal Bantu Korban ICE
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Persija Tumbang di Laga Perdana, Shin Tae-yong Ungkap Kendala Tim
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Respons Kekalahan dari Persebaya, Begini Penjelasan Rio Fahmi
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Striker Keturunan Semarang Mitchell Baker Cetak Dua Gol Debut
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Head to Head Timnas Indonesia vs Kamboja: Rekor Pertemuan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja, Nadeo Ingatkan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB







