Pekerja Hyundai Mogok, Khawatir Robot Menggantikan Mereka
Pekerja Hyundai di Korea Selatan memulai mogok kerja parsial selama tiga hari setelah negosiasi upah gagal mencapai kesepakatan.
Alih-alih berhenti total, karyawan pulang lebih awal dua jam setiap hari hingga Rabu sementara serikat pekerja melanjutkan pembicaraan dengan manajemen untuk menghindari aksi lebih panjang.
>>> Usia Rata-rata Mobil China di Bawah 7 Tahun, Bantu Target EV 2030
Bukan Hanya Soal Gaji
Masalah utama adalah uang.
Serikat pekerja menginginkan kenaikan gaji pokok lebih besar, bonus lebih tinggi, dan sistem bagi hasil yang terkait dengan laba tahunan perusahaan.
Mereka berargumen jika karyawan perusahaan teknologi menikmati keuntungan dari ledakan AI, pekerja yang membuat kendaraan juga harus mendapat bagian.
Namun, mogok ini tidak hanya soal uang saat ini, tetapi juga tentang memastikan pekerja masih akan dibayar di masa depan.
Hyundai telah mengumumkan rencana untuk memperkenalkan robot humanoid Atlas milik Boston Dynamics ke pabrik AS mulai 2028.
Mesin-mesin itu diharapkan mulai dengan pekerjaan logistik berulang sebelum akhirnya mengambil tugas perakitan yang lebih rumit pada akhir dekade ini.
Serikat pekerja ingin negosiasi formal sebelum robot diperkenalkan, perlindungan pendapatan pekerja saat otomatisasi meluas, dan perpanjangan usia pensiun dari 60 menjadi 65 tahun.
>>> Toyota Corolla Sport Edisi 60 Tahun Hadir dengan Cat Mustard Khas
Pekerja Bersatu, Manajemen Tegas
Bagi Hyundai, aksi mogok ini akan merepotkan dan mahal. Korea Selatan tetap menjadi jantung operasi manufakturnya, dengan sekitar setengah volume kendaraan global diproduksi di sana.
Penghentian produksi yang relatif singkat pun dapat dengan cepat berarti ribuan kendaraan hilang dan ratusan juta dolar pendapatan lenyap.
Namun, perusahaan tidak mundur.
Kepala produksi domestik Choi Yeong Il memperingatkan bahwa mogok di masa lalu hanya menghasilkan kerugian produksi yang tidak dapat dipulihkan, upah hilang, dan kritik keras.
Hyundai tidak akan memberikan kompensasi atas upah yang hilang selama aksi mogok, tambahnya.
Jika robot humanoid akhirnya mengambil alih cukup banyak pekerjaan, Hyundai mungkin tidak perlu melalui masalah ini lagi.
>>> Laba per Mobil Tesla Anjlok ke $2.140, Tarif AS Jadi Salah Satu Penyebab
Lini perakitan mungkin masih berhenti untuk pembaruan perangkat lunak, tetapi setidaknya manajemen tidak perlu bernegosiasi dengan barisan robot Atlas yang menuntut bonus lebih besar.
Update Terbaru
Evolusi Tren Gym Modern: Bukan Cuma Tempat Angkat Beban Biasa
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Makeup Praktis dan Nyaman Jadi Tuntutan Baru Gaya Hidup Perempuan Modern
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Sensasi uji aroma langsung ubah cara konsumen belanja parfum
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Kebijakan Baru Insentif EV Bidik Mobil dan Motor Listrik Lokal
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Garuda Muda Gilas Kamboja 5-1 Lewat Aksi Cemerlang Mitchell Baker
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Spesimen Ijazah Jokowi Berbeda dari Lulusan UGM 1985 Menurut dr. Tifa
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Bocoran Harga Global Redmi Note 17 Series Sebelum Peluncuran Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Penampilan Berwibawa Demi Moore dalam MV Animal Milik KATSEYE
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Mengenal Airbus Beluga XL, Pesawat Kargo Unik Penopang Masa Depan Industri
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Chrome ARM64 untuk Linux Dirilis Google Tanpa Pengumuman Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Aturan Sumbangan HUT RI di Surabaya Harus Sukarela Tanpa Paksaan
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Sean Diddy Combs Menjalani Hukuman Isolasi Usai Terlibat Perkelahian Penjara
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Pilihan perangkat elektronik paling diminati pembeli di Amazon
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Kasus Eric Adjepong: Pelanggaran Perintah Perlindungan Mantan Istri
Senin / 27-07-2026, 23:42 WIB







