Bryan Johnson Habiskan Puluhan Juta Dolar demi Awet Muda, Malah Didiagnosis Penyakit Autoimun
Bryan Johnson, miliarder teknologi yang terkenal dengan obsesinya memperpanjang usia muda, mendapat kabar buruk. Pekan lalu, ia mengumumkan bahwa dirinya didiagnosis menderita penyakit autoimun yang tidak dapat disembuhkan.
Dalam unggahan di X, Johnson mengungkapkan bahwa penyakit tersebut adalah gastritis autoimun, yaitu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel lambung.
>>> Commodore Sebut Ponsel Lipatnya Momen Terbesar dalam Sejarah Modern, C64 Ultimate Terlupakan
Penyakit ini sering tidak menunjukkan gejala dan dapat menyebabkan kanker.
Johnson, yang mengaku menghabiskan jutaan dolar setiap tahun untuk kesehatannya, memiliki tim dokter pribadi yang terus memantau biomarker tubuhnya.
Ia juga melakukan intervensi kesehatan yang tidak lazim, seperti transfusi darah dari putranya yang lebih muda.
Meski begitu, penyakit autoimun ini tidak terdeteksi hingga sekarang.
Johnson menyalahkan kebiasaan tidak sehat di masa mudanya, seperti konsumsi gula berlebihan dan stres tinggi di usia 20-an yang menyebabkan kenaikan berat badan.
Ia juga mengungkapkan bahwa ia didiagnosis hipotiroidisme pada usia 21 tahun. Tanda bahaya muncul ketika tim medisnya menemukan bahwa ia kekurangan zat besi kronis meskipun tidak tampak anemia.
Johnson, yang kini berusia 48 tahun, menjalani kolonoskopi yang hasilnya bersih, menyingkirkan kemungkinan kanker atau pendarahan tersembunyi.
>>> JJ Wetherholt Bersinar di Musim Rookie Bersama St. Louis Cardinals
Tes lain seperti endoskopi dan biopsi mengonfirmasi diagnosis gastritis autoimun tahap awal, di mana atrofi terbatas pada lapisan lambung.
Menurut Johnson, prognosisnya tidak baik.
"Ketika AIG ditemukan saat ini, perawatan medis standar mengaku kalah, menyatakan tidak ada yang bisa dilakukan kecuali mengelola kondisi, tidak peduli seberapa buruk atau mematikannya," tulisnya.
Diagnosis ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas biohacking Johnson, atau apakah gaya hidupnya yang ketat justru berperan. Menanggapi kritik, Johnson membela rutinitas keabadiannya.
"Ini adalah diagnosis kondisi yang dimulai di tubuh saya lebih dari 20 tahun lalu.
Jika saya tidak merawat tubuh saya selama beberapa tahun terakhir, kondisinya akan jauh lebih buruk," balasnya kepada seorang kritikus.
>>> Pria New York Gugat DHS atas Kunjungan Petugas ICE Usai Email Kritik
"Masalah kesehatan akan selalu muncul, tidak peduli seberapa sehat seseorang."
Update Terbaru
Chrome ARM64 untuk Linux Dirilis Google Tanpa Pengumuman Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Aturan Sumbangan HUT RI di Surabaya Harus Sukarela Tanpa Paksaan
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Sean Diddy Combs Menjalani Hukuman Isolasi Usai Terlibat Perkelahian Penjara
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Pilihan perangkat elektronik paling diminati pembeli di Amazon
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Kasus Eric Adjepong: Pelanggaran Perintah Perlindungan Mantan Istri
Senin / 27-07-2026, 23:42 WIB
Aksi N3on dan Ryan Garcia Gelar Cuci Mobil Amal Bantu Korban ICE
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Persija Tumbang di Laga Perdana, Shin Tae-yong Ungkap Kendala Tim
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Respons Kekalahan dari Persebaya, Begini Penjelasan Rio Fahmi
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Striker Keturunan Semarang Mitchell Baker Cetak Dua Gol Debut
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Head to Head Timnas Indonesia vs Kamboja: Rekor Pertemuan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja, Nadeo Ingatkan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB







