Kyoto Animation (KyoAni) akhirnya merilis Sparks of Tomorrow, proyek ambisius yang sempat tertunda sejak 2018 akibat kebakaran studio pada 2019.

Serial ini tayang perdana di Netflix pada 5 Juli 2026.

Dua episode pertama diputar di Anime Expo 2026, diikuti sesi tanya jawab dengan sutradara Minoru Ōta, produser Satori Senami, dan musisi Ginger Root yang mengisi lagu penutup.

Cerita berlatar Kyoto era Meiji alternatif di mana uap mendominasi. Tokoh utama Inako Momokawa, gadis ceroboh yang percaya pada segalanya, dijodohkan dengan manajer cabang monopoli uap.

Sementara Kihachi Sakamoto, insinyur dan penemu, bermimpi tentang era listrik yang diyakini kakaknya.

Visi Sutradara dan Tantangan Produksi

Sutradara Ōta menyebut serial ini sebagai 'perbatasan baru' bagi KyoAni. Ia ingin menonjolkan harapan dari teknologi baru, berbeda dengan keputusasaan yang melingkupi masyarakat di dunia steampunk Kyoto.

Ōta mengaku harus meyakinkan staf untuk mendukung ide-idenya yang tidak biasa. Estetika visual sengaja dibuat 80% digital dan 20% analog, terinspirasi lukisan impresionis, menghasilkan tampilan gritty dan matte.

Produser Senami menambahkan bahwa banyak seniman KyoAni berasal dari latar belakang seni tradisional, sehingga transisi ke digital menjadi tantangan.

Namun, kontribusi seniman muda sangat dihargai dan tim berkembang bersama.

Adegan Menakjubkan dan Musik

Salah satu adegan paling memukau adalah saat Inako melihat pertunjukan slideshow bertenaga bola lampu.

Ia mengira melihat ibunya dan surga, namun penonton diajak masuk ke dalam pikiran Kihachi yang membayangkan masa depan dengan bioskop dan popcorn yang diantar ember bermotor.

Adegan ini terasa lebih cyberpunk daripada steampunk, menunjukkan keberanian KyoAni bereksperimen.

Ginger Root mengaku lagu penutup disetujui dalam satu kali rekaman, berbeda dengan lagu pembuka yang melalui belasan revisi.