Bahkan, kata Bestari, Jokowi sempat bergumam bahwa prosesi tersebut kemungkinan akan memicu perbincangan publik.

Menanggapi kritik Deddy, Bestari mengaku heran mengapa politikus PDIP itu justru mempersoalkan prosesi adat masyarakat Lampung.

"Kami, saya sebagai juru bicara PSI menceritakan apa adanya tentang prosesi adat budaya itu.

Saya juga nggak ngerti kenapa Deddy Sitorus, anggota DPR RI dari PDIP Komisi II, kok marah-marah dengan prosesi yang dilakukan oleh warga adat Lampung.

Kan itu kepala kerbau, bukan kepala banteng," kata Bestari kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).

Di sisi lain, tokoh adat Lampung Pepadun, Mawardi Harirama, sebelumnya telah menjelaskan bahwa prosesi menginjak kepala kerbau merupakan bagian dari tradisi Begawi Cakak Pepadun atau Munggah Bumi.

Menurutnya, ritual tersebut memiliki makna filosofis sebagai simbol menghilangkan sifat-sifat buruk dalam diri manusia.

Mawardi menegaskan bahwa prosesi tersebut merupakan tradisi adat yang telah berlangsung turun-temurun dan tidak memiliki kaitan dengan kepentingan politik.

>>> The Elusive Samurai Season 2 Rilis Video Baru, Umumkan Lagu Pembuka dan Jadwal Tayang

Namun demikian, perbedaan pandangan antara PDIP dan PSI membuat polemik mengenai prosesi adat yang dijalani Jokowi masih terus menjadi sorotan publik.