Tren Serupa di Perusahaan Lain

Tren mundurnya PHK berbasis AI tidak hanya terjadi di sektor otomotif. Commonwealth Bank of Australia membatalkan PHK setelah bot suara AI menyebabkan lonjakan keluhan layanan pelanggan.

IBM juga mengumumkan rencana untuk melipatgandakan perekrutan tingkat pemula setelah sistem SDM otomatis gagal menangani dilema etika yang kompleks.

Data dari Orgvue menunjukkan bahwa 39% pemimpin bisnis melakukan PHK karena penerapan AI, tetapi 55% dari mereka mengakui bahwa PHK tersebut adalah kesalahan.

Sementara itu, survei Robert Half yang dikirim ke CNBC mengungkapkan bahwa 32% manajer perekrutan di AS menghilangkan peran karena AI dan kemudian merekrut kembali untuk posisi yang sama.

Para peneliti di Intuition Labs mencatat bahwa perusahaan sering kali memecat orang-orang yang justru dibutuhkan untuk mengawasi AI.

Jessica Zhang, Senior Vice President APAC di ADP, menekankan bahwa kolaborasi antara manusia dan AI, bukan penggantian total, tetap menjadi strategi paling layak untuk pertumbuhan perusahaan.

>>> Philadelphia 76ers Resmi Rekrut Rayan Rupert Lewat Kontrak Two-Way

"Ketika output AI tidak konsisten, tidak akurat, atau sulit diterapkan, perusahaan sering kali perlu memperkenalkan kembali pengawasan manusia," kata Zhang.