"Negara ini sangat bangga karenanya. Anda bisa melakukan dua hal — Anda bisa merendahkannya, atau Anda bisa menunjukkannya.

Dan saya pikir negara harus sangat bangga karenanya," kata Trump.

Dalam pidato publik di Pangkalan Gabungan Andrews dua pekan sebelum penerbangan, Trump mengakui sifat luar biasa dari menerima jet mewah dari negara Timur Tengah itu.

"Presiden normal tidak akan melakukan ini," ujarnya.

Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengungkapkan antusiasmenya secara daring tentang partisipasinya dalam rangkaian penerbangan perdana.

"Suatu kehormatan bisa berada di dalam penerbangan perdana Air Force One yang baru! Hari yang benar-benar tak terlupakan," tulis Leavitt.

Unggahan itu memicu reaksi luas, termasuk kritik langsung dari podcaster @nickmmark yang memperbesar pilihan desain interior pesawat.

>>> Telkom Akses Resmikan Laboratorium Fiber Optik di Nias Utara untuk Tingkatkan SDM Digital

"Tentu saja pesawat yang penuh dengan orang yang tidak pernah membaca buku memiliki rak buku berisi buku palsu dengan judul 'Library'," cuit @nickmmark.