Aroma bayi sering dianggap menenangkan dan membuat gemas. Namun, aroma ini bukan sekadar sugesti atau sisa bedak.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa bayi memiliki komposisi senyawa kimia yang berbeda dengan orang dewasa, terutama pada hari-hari pertama setelah lahir.

>>> 7 Pelatih Timnas yang Menganggur Usai Piala Dunia 2026

Senyawa Aroma Khas pada Bayi

Aroma tubuh seseorang berasal dari volatile organic compounds (VOCs) atau senyawa organik yang mudah menguap ke udara.

Mengutip penelitian dalam Scientific Reports, kepala bayi baru lahir menghasilkan puluhan senyawa yang sifatnya mudah berubah.

Senyawa tersebut antara lain berasal dari kelompok aldehid dan asam karboksilat, dengan nonanal sebagai salah satu senyawa yang paling dominan.

Senyawa-senyawa inilah yang kemudian membentuk aroma khas yang sering dikenali sebagai bau bayi.

Bukan Sekadar Sisa Cairan Ketuban

Banyak yang mengira aroma bayi hanya berasal dari sisa cairan ketuban setelah lahir.

Aroma kepala bayi memang memiliki beberapa komponen yang sama dengan cairan ketuban, tetapi pola kimianya berbeda.

Bahkan, ada 14 senyawa aroma yang tetap bertahan pada bayi berusia dua hingga tiga hari.

Ini menunjukkan tubuh bayi kemungkinan terus menghasilkan senyawa aroma tertentu setelah dilahirkan, bukan sekadar membawa sisa aroma dari dalam kandungan.

Peran Vernix Caseosa

Salah satu penyumbang aroma khas bayi adalah vernix caseosa, yakni lapisan putih menyerupai krim yang melapisi kulit bayi selama di dalam kandungan.

>>> Link Live Streaming Spanyol vs Austria di 32 Besar Piala Dunia 2026

Lapisan alami ini tersusun dari sel kulit janin, air, protein, lipid, dan sebum atau minyak alami kulit.

Karena kaya akan lipid dan minyak alami, vernix diduga ikut memberikan aroma khas pada bayi baru lahir, terutama selama beberapa hari pertama setelah persalinan.