Cara Kerja Tiga Arah

Suntikan pintar ini menargetkan kanker dalam tiga cara. Pertama, memblokir EGFR (epidermal growth factor receptor), protein yang membantu tumor tumbuh.

Kedua, memblokir MET, jalur yang sering digunakan sel kanker untuk menghindari pengobatan. Ketiga, membantu mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk menyerang tumor.

Salah satu pasien pertama yang merasakan manfaat adalah Carl Walsh, 56 tahun, yang didiagnosis kanker lidah pada Mei 2024 dan bergabung dengan uji coba OrigAMI-4 di Royal Marsden pada Juli 2025.

>>> Promo Alfamart 2 Juli 2026: Minyak 2 Liter Rp43.900, Indomie 5 Bungkus Rp14.600

Walsh mengatakan, 'Saya awalnya dirawat dengan kemoterapi dan imunoterapi, yang sayangnya tidak berhasil. Pada saat itu, saya direkomendasikan untuk uji coba OrigAMI-4.

Saya sekarang menjalani siklus pengobatan ke-17 dan sangat senang dengan perkembangannya.'

Tidak seperti banyak pengobatan kanker, amivantamab diberikan sebagai suntikan kecil di bawah kulit, bukan melalui infus IV, membuat pengobatan lebih cepat dan nyaman bagi pasien serta lebih mudah diberikan di klinik rawat jalan.

Sebagian besar efek samping pengobatan yang diberikan setiap tiga minggu sekali bersifat ringan hingga sedang, dengan kurang dari satu dari 10 pasien terpaksa menghentikan pengobatan.

Walsh, dari Birmingham, mengatakan, 'Saya sekarang merasa bisa menjalani kehidupan normal. Sebelum memulai uji coba, saya kesulitan berbicara dengan benar dan sulit makan karena pembengkakan dan rasa sakit.

Setelah pengobatan, pembengkakan berkurang signifikan dan tingkat nyeri saya membaik.'

Ia menambahkan, 'Setelah hanya dua siklus pengobatan, pola makan saya mulai kembali normal dan saya bisa makan penuh setelah enam bulan.

Hal yang paling saya nikmati adalah steak besar pertama. Bicara saya kembali normal dan di tempat kerja saya berbicara di headset tanpa masalah.'