Sebelum beralih ke dunia peradilan, Andi dikenal berkarier sebagai jurnalis pada periode 2006 hingga 2024. Latar belakang akademiknya berasal dari Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman, kemudian melanjutkan pendidikan Magister Hukum di Universitas Krinadwipayana.

Perjalanan menuju kursi hakim ad hoc Tipikor ditempuh melalui serangkaian seleksi yang panjang. Ia mengikuti tahapan rekrutmen angkatan XXI, mulai dari tes psikologi, ujian tertulis, diskusi kelompok tanpa pemimpin, hingga wawancara individu bersama psikolog.

Setelah melewati tahapan tersebut, Andi kembali menjalani wawancara bersama unsur internal Mahkamah Agung yang terdiri atas hakim agung, panitera, dan hakim tinggi.

Pada 11 Juli 2024, Mahkamah Agung mengumumkan Andi Saputra sebagai salah satu dari 12 hakim ad hoc tindak pidana korupsi tingkat pertama yang dinyatakan lolos seleksi.