"Kalau saya tidak salah laporannya itu US$500 juta.

Dan saya kira ini juga kedua presiden sepakat bahwa angka-angka yang ada, baik di bidang perdagangan maupun investasi, merupakan angka-angka yang perlu peningkatan untuk kemajuan kedua negara," ujar Sugiono.

Belarus merupakan salah satu mitra strategis Indonesia di kawasan Eurasia sekaligus anggota Uni Ekonomi Eurasia (EAEU).

Hubungan ekonomi kedua negara belakangan terus menguat setelah Indonesia dan EAEU menandatangani perjanjian perdagangan bebas (Indonesia-EAEU FTA) pada Desember 2025.

Menjelang kunjungan Lukashenko, sejumlah peluang kerja sama juga mulai mengemuka.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya mengungkapkan Belarus meminta pasokan sekitar 120 ribu ton kakao dan 14 ribu ton minyak sawit mentah (CPO) dari Indonesia setiap tahun.

>>> PSSI Pastikan Stadion Pakansari Siap Jadi Markas Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Selain perdagangan komoditas, kedua negara juga menjajaki kerja sama mekanisasi pertanian, alat mesin pertanian, serta transfer teknologi.