Tindakannya lebih didorong oleh kesedihan, kesepian, dan keputusasaan daripada keinginan untuk menaklukkan. Pada akhir Fairy Tail, Zeref mengorbankan dirinya selama pertempuran terakhir, memungkinkan Natsu untuk terus hidup.

Saat-saat terakhirnya, bersama Mavis, membawa akhir emosional bagi kehidupan yang penuh rasa sakit dan penyesalan.

Daripada mengingatnya sebagai monster, banyak penggemar melihat Zeref sebagai salah satu karakter paling tragis dalam anime.

Jika saudaranya tidak pernah meninggal dan ia tidak pernah dikutuk dengan keabadian, Zeref bisa menjadi salah satu pahlawan terbesar Fairy Tail, bukan antagonis yang paling memilukan.

3. Shigaraki Tomura (My Hero Academia)

Tomura Shigaraki diperkenalkan sebagai penjahat utama My Hero Academia dan pemimpin League of Villains.

Dengan Quirk Decay yang menghancurkan, ia tampak sebagai musuh kejam yang bertekad menghancurkan masyarakat pahlawan.

Namun, seiring perkembangan serial, pencipta Kohei Horikoshi mengungkapkan bahwa kebencian Shigaraki berakar pada masa kecil yang sangat tragis, bukan kejahatan murni.

Lahir sebagai Tenko Shimura, Shigaraki tumbuh di rumah tangga yang kasar dan secara tidak sengaja membunuh keluarganya setelah Quirknya bangkit di luar kendali.

Ditinggalkan sendirian dan diabaikan oleh orang-orang di sekitarnya, ia kehilangan semua kepercayaan pada masyarakat.

Alih-alih menerima bantuan, ia ditemukan oleh All For One, yang memanipulasi rasa sakitnya dan mengubahnya menjadi penerus yang sempurna untuk rencananya sendiri.

Apa yang membuat Shigaraki menjadi penjahat yang menarik adalah bahwa kemarahannya menyoroti cacat nyata dalam sistem pahlawan.

Kisahnya menimbulkan pertanyaan tentang apakah masyarakat benar-benar melindungi semua orang atau hanya mereka yang sesuai dengan cita-citanya.

Meskipun tindakannya tidak termaafkan, serial ini memperjelas bahwa ia dibentuk oleh trauma, pengabaian, dan manipulasi, bukan lahir jahat.