Android 17 membawa perubahan besar dalam hal multitasking, dan bagi pengguna iPad, ini bisa menjadi alasan untuk iri.

Google berhasil menciptakan keseimbangan antara kemudahan akses aplikasi dan pengalaman yang tidak mengganggu, sesuatu yang selama ini menjadi kelemahan iPadOS.

>>> Pernikahan Taylor Swift: NYC Perkuat Jangkauan Tunawisma di Sekitar MSG

Apple Dinilai Kelewatan dengan iPadOS 26

Sejak awal, iPad sering dikritik sebagai iPhone yang dibesarkan. Ketika Apple menambahkan fitur split screen dan slide over pada 2015, banyak yang menganggapnya rumit.

Alih-alih menyempurnakan antarmuka, iPadOS 26 justru menghadirkan lingkungan multitasking berjendela penuh. Langkah ini dianggap terlalu berlebihan bagi pengguna yang hanya ingin tablet bekerja seperti tablet.

Pengguna iPad mini misalnya, harus memilih antara mode klasik yang ketinggalan zaman atau mode jendela yang tidak ramah di layar 8,3 inci.

>>> Dua Pendaki Maskapai Panjat Empire State Building untuk Lamar Kekasih, Lalu Ditangkap

Android 17 Tawarkan Solusi Tepat

Google mengambil pendekatan berbeda dengan App Bubbles. Fitur ini memungkinkan aplikasi mengapung di atas layar tanpa perlu mengatur ulang jendela.

Cukup tekan lama ikon aplikasi, maka aplikasi akan muncul sebagai gelembung yang bisa dipindahkan. Semua gelembung tersebut ditempatkan di Bubble Bar di bagian bawah layar, sehingga mudah ditemukan.

Sistem ini tidak hanya untuk tablet, tetapi juga berfungsi mulus di ponsel seperti Google Pixel 6. Artinya, Android 17 dapat menyesuaikan diri dengan berbagai ukuran layar.

>>> Beralih ke Google Home Speaker, Saya Langsung Merindukan Pixel Tablet

Dengan pendekatan ini, Google berhasil menerapkan filosofi 'It Just Works' yang dulu identik dengan Apple. Kini, iPadOS justru terasa terlalu rumit bagi sebagian besar pengguna.