>>> BTN Indonesia Fashion Week 2026 Usung Tema Ulos Simetria, Angkat Wastra Sumatera Utara

Badan Kebudayaan Jepang juga telah mengizinkan museum dan institusi seni milik negara untuk menetapkan tarif lebih tinggi bagi wisatawan asing.

Taman hiburan Junglia Okinawa menjual tiket satu hari lebih murah bagi warga domestik sebesar 6.930 yen (sekitar Rp720.000), dibandingkan 8.800 yen (sekitar Rp915.000) untuk wisatawan internasional.

Lauren Kelly, wisatawan asal Inggris yang tinggal di Bangkok, menyatakan keraguan terhadap penerapan sistem dua tingkat di negara maju.

Ia merasa sistem tersebut terkesan memisahkan, meskipun di negara miskin seperti Thailand mungkin terasa lebih wajar.

Kedatangan wisatawan asing ke Jepang tahun lalu melampaui 42 juta, mendorong pemerintah menetapkan target 60 juta wisatawan per tahun pada 2030.

Belanja wisatawan internasional melonjak 16% pada 2025 menjadi rekor 9,5 triliun yen (sekitar Rp990 triliun), sementara pasar wisata domestik mencapai 26,8 triliun yen (sekitar Rp2.790 triliun).

Badan Pariwisata Jepang meningkatkan anggarannya lebih dari 700% menjadi 10 miliar yen (sekitar Rp1,04 triliun) untuk mendanai teknologi anti-overtourism, termasuk kamera pendeteksi kerumunan berbasis AI dan tempat sampah pintar.

Sistem harga dua tingkat sudah banyak digunakan di Asia, seperti di Taj Mahal India dan Angkor Wat Kamboja.

Tren ini juga meluas ke Eropa, di mana Museum Louvre di Paris menaikkan tiket masuk khusus untuk warga non-Eropa sebesar 45% menjadi €32 (sekitar Rp560.000) pada Januari lalu.

Fujihara mengakui potensi tekanan finansial bagi wisatawan domestik, namun juga menyadari kontribusi ekonomi dari pariwisata internasional.

>>> Kemendag Tetapkan HPE dan HR Juli 2026: Kakao dan Pinus Naik, CPO Turun

"Tentu saja saya ingin orang-orang datang dan menikmati Jepang," ujarnya.