Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka lowongan kerja massal sebanyak 2.843 posisi dengan syarat utama memiliki KTP Jakarta.

Antusiasme warga sangat tinggi. Hanya dalam satu hari, jumlah pendaftar menembus lebih dari 100.000 orang.

>>> Amran Borong Jagung Lokal Rp5.500/Kg untuk Cadangan Pakan Unggas

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengaku terkejut melihat besarnya jumlah pencari kerja yang mendaftar. Kuota yang tersedia jauh lebih kecil dibandingkan jumlah pelamar.

"Begitu dibuka lowongan ini, satu hari yang mendaftar lebih dari 100.000. Saya berhari-hari terpukul.

Saya tidak menyangka bahwa begitu lowongan dibuka dalam satu hari itu yang mendaftar sebanyak itu," ujar Pramono di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026).

Tanpa Syarat Ijazah dan Bergaji Setara UMP

Pramono menjelaskan, lowongan tersebut dibuka tanpa persyaratan pendidikan formal. Tujuannya memberikan kesempatan lebih luas bagi warga Jakarta memperoleh pekerjaan.

Syarat utama hanya memiliki KTP Jakarta dan kemauan untuk bekerja. Pemprov DKI tidak mensyaratkan ijazah SD, SMP, maupun SMA.

Gaji yang ditawarkan dipastikan setara atau di atas Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta.

>>> Xbox Dikabarkan Akan Batalkan Marvel's Blade dan Tutup Arkane Studios

"Jakarta sudah konkret membuka lowongan kerja 2.843 lowongan kerja yang syaratnya hanya orang mau kerja dan KTP Jakarta.

Nggak perlu SD, SMP, SMA nggak perlu," kata Pramono.

Pemprov Jakarta Siapkan Langkah Tambah Lapangan Kerja

Merespons tingginya jumlah pelamar, Pramono mengatakan Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan berbagai langkah untuk membuka peluang kerja baru di sektor lain.

Penambahan lapangan kerja menjadi upaya penting menekan angka pengangguran sekaligus mengurangi keresahan sosial di masyarakat.

"Saya lagi memikirkan dengan jajaran Balai Kota untuk membuka ruang ini, apakah masih ada yang bisa kita lakukan.

>>> Cara Cek Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT 30 Juni 2026 Lewat KKS BRI

Karena saya meyakini dengan memberikan ruang orang untuk bekerja, ini akan menurunkan tingkat keresahan yang ada di masyarakat itu sendiri," pungkasnya.