Pemerintah Ganti Program Wajib Calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih, Tak Lagi Latsarmil
Pemerintah Indonesia resmi mengubah pola pelatihan bagi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).
Setelah melalui evaluasi menyeluruh, peserta tidak lagi diwajibkan mengikuti latihan dasar kemiliteran (Latsarmil).
>>> Iran Klaim Segera Terima Dana US$6 Miliar untuk Negosiasi dengan AS
Sebagai gantinya, mereka akan memperoleh pembekalan yang lebih berorientasi pada bela negara, kepemimpinan, dan kemampuan manajerial.
Latar Belakang Perubahan
Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengambil keputusan tersebut setelah muncul sorotan terhadap pelaksanaan program sebelumnya, termasuk insiden meninggalnya lima peserta selama mengikuti pelatihan.
Evaluasi itu mendorong pemerintah menyesuaikan pendekatan agar tujuan pembentukan karakter tetap tercapai tanpa mengesampingkan aspek keselamatan peserta.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan perubahan bukan hanya sebatas pergantian nama program.
Pemerintah juga mengubah substansi pelatihan dengan mengurangi materi yang bersifat teknis maupun taktis militer.
"Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial," ujar Rico, dikutip Selasa (30/6).
Dengan perubahan tersebut, sejumlah aktivitas yang sebelumnya identik dengan latihan kemiliteran tidak lagi menjadi bagian dari kurikulum.
Salah satunya adalah latihan menembak yang resmi dihapus dari rangkaian pelatihan calon pengelola koperasi.
Sebagai gantinya, peserta akan lebih banyak mendapatkan materi mengenai pembentukan karakter, peningkatan disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama tim, wawasan kebangsaan, hingga penguatan kemampuan mengelola organisasi dan koperasi.
Pendekatan baru itu diharapkan lebih relevan dengan tugas utama peserta sebagai pengelola koperasi desa maupun koperasi nelayan.
Kemhan menilai pembekalan bela negara tetap dapat ditanamkan tanpa harus mengedepankan latihan fisik bergaya militer.
Update Terbaru
Kontroversi Karakter Werewolf Love and Deepspace Berujung Pembatalan
Rabu / 01-07-2026, 06:43 WIB
Obsession Resmi Jadi Film Orisinal Terlaris Dekade Ini, Kalahkan Sinners
Rabu / 01-07-2026, 06:43 WIB
Hideo Yamamoto Luncurkan Manga Baru Suiken Japan pada 6 Juli
Rabu / 01-07-2026, 06:43 WIB
Aktris Ruby Rose Alami Patah Tulang Rusuk Usai Jatuh di Kolam Renang
Rabu / 01-07-2026, 06:42 WIB
Royals Hadapi Rays dalam Seri Tiga Pertandingan di Kauffman Stadium
Rabu / 01-07-2026, 06:42 WIB
Chad Michael Murray Bicara Masa Depan Sullivan's Crossing Season 5
Rabu / 01-07-2026, 06:42 WIB
Trump Umumkan Konvensi Midterm Partai Republik di Dallas
Rabu / 01-07-2026, 06:42 WIB
Cara Menjelajahi Keindahan 2 Air Terjun Tersembunyi di Kabandungan Sukabumi
Rabu / 01-07-2026, 06:40 WIB
Cara Menggunakan Fitur Username WhatsApp Terbaru 2026 untuk Chat Tanpa Nomor Telepon
Rabu / 01-07-2026, 06:40 WIB
Pertamina Turunkan Harga BBM Nonsubsidi per 1 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 06:40 WIB
Microsoft Xbox Dikritik CWA Jelang PHK Massal dan Penutupan Studio
Rabu / 01-07-2026, 06:36 WIB
Portugal vs Kroasia di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 di Toronto
Rabu / 01-07-2026, 06:35 WIB
Livvy Dunne vs Breckie Hill: Siapa yang Lebih Memikat?
Rabu / 01-07-2026, 06:35 WIB
Jadwal Siaran Langsung RD Kongo vs Inggris di Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 06:35 WIB






