Ilmuwan Ungkap Alasan Kukang Bergerak Sangat Lambat
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah studi terbaru mengungkap petunjuk tentang bagaimana kukang berevolusi hingga memiliki gaya hidup yang sangat hemat energi.
Hewan ini menjadi mamalia dengan pergerakan dan metabolisme paling lambat di planet ini.
>>> Prabowo Buka Opsi Robohkan Hotel Sultan dan Jadikan Ikon Baru RI
Tim peneliti melakukan analisis komprehensif terhadap kukang berjari dua (Choloepus didactylus) dan membandingkannya dengan puluhan mamalia lain, termasuk trenggiling dan armadilo yang masih satu kelompok taksonomi.
Analisis tersebut menemukan sejumlah urutan DNA yang mampu berpindah atau menyalin diri ke posisi baru di dalam genom.
Urutan ini dikenal sebagai transposon atau "gen loncat" dan membentuk bagian penting dari kisah evolusi seekor hewan.
Pada garis evolusi kukang, bukti aktivitas transposon ini terbentang lebih dari 30 juta tahun ke belakang.
Yang paling menarik perhatian para peneliti adalah bahwa sejumlah gen tersebut terhubung dengan mitokondria serta gen-gen lain yang terlibat dalam metabolisme.
"Temuan kami menunjukkan bahwa kukang mungkin telah mengembangkan 'sistem cadangan' genetik yang membantu mengompensasi mitokondria mereka yang 'santai' dan mendukung gaya hidup unik mereka," kata ahli genomika keanekaragaman hayati Camila Mazzoni dari Leibniz Institute for Zoo and Wildlife Research, Jerman, dikutip dari Science Alert.
Dengan kata lain, rendahnya kebutuhan energi sel kukang diduga memungkinkan mutasi terakumulasi dalam genom mitokondria mereka yang lambat.
Gen loncat kemungkinan berfungsi sebagai kompensasi, menciptakan jalur genetik alternatif agar hewan tersebut tetap berfungsi.
Namun, para peneliti menyebut penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikannya.
Riset yang dirilis dalam jurnal BMC Biology ini menyebut beberapa urutan genetik ini telah terjaga selama sekitar 30 juta tahun dan tampak berasal dari nenek moyang bersama kukang modern.
Update Terbaru
Trossard Tunda Bahas Masa Depan di Arsenal, Besiktas dan Klub Arab Saudi Berminat
Rabu / 01-07-2026, 16:01 WIB
Anniversary ke-9 Free Fire: Festival di Jogja & Grand Finals FFNS Fall
Rabu / 01-07-2026, 16:01 WIB
Village People: Vokalis Victor Willis Meninggal di Usia 75 Tahun
Rabu / 01-07-2026, 16:00 WIB
Sekjen Kemendagri Minta 174 Pemda Sempurnakan Data Calon Penerima BSPS
Rabu / 01-07-2026, 16:00 WIB
Penampakan Stiker Dilarang Beli BBM Bagi Penunggak Pajak Kendaraan di NTT
Rabu / 01-07-2026, 16:00 WIB
Mendagri Tito Karnavian Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas
Rabu / 01-07-2026, 16:00 WIB
DKI Jakarta Terbitkan Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun, yang Pertama di Indonesia
Rabu / 01-07-2026, 16:00 WIB
Solo Leveling on Ice Umumkan Pemeran Baru Sung Jinwoo untuk Pertunjukan Agustus di Seoul
Rabu / 01-07-2026, 15:57 WIB
One Piece Live-Action Season 3 Selesai Syuting, Netflix Konfirmasi Rilis 2027
Rabu / 01-07-2026, 15:56 WIB
Perbedaan iPhone Bekas, Inter, dan Bypass: Jangan Salah Pilih Sebelum Membeli
Rabu / 01-07-2026, 15:56 WIB
Biwin Luncurkan SSD M560 PCIe 5.0 dengan Kecepatan Baca 11.000 MB/s
Rabu / 01-07-2026, 15:56 WIB
Google Dikabarkan Kembangkan Aplikasi Signature untuk Tanda Tangan Digital
Rabu / 01-07-2026, 15:56 WIB
TSM Hadirkan Karakter Viral "Nailoong" untuk Pertama Kali di Bandung
Rabu / 01-07-2026, 15:56 WIB
Studi Ungkap Anak Muda Alami Penuaan Biologis Lebih Cepat
Rabu / 01-07-2026, 15:56 WIB






