VA Hentikan Program Berbasis Identitas Gender, Koordinator Perawatan LGBTQ+ Dialihkan
Departemen Urusan Veteran (VA) Amerika Serikat mengeluarkan arahan untuk menghentikan semua program dan aktivitas yang berbasis identitas gender di fasilitas kesehatan veteran.
Kebijakan ini tertuang dalam memo yang ditandatangani oleh Wakil Menteri Kesehatan untuk Administrasi Kesehatan Veteran, John Bartum, pada 12 Juni.
>>> Angkatan Darat AS Bentuk Komando Baru untuk Ciptakan 'Pasukan Penutup' di Pasifik
Memo tersebut memerintahkan para pemimpin departemen untuk mengakhiri "inisiatif berbasis identitas gender dan ideologi gender, serta aktivitas internal atau eksternal yang mempromosikan identitas gender atau ideologi gender" di Administrasi Kesehatan Veteran (VHA).
"Dana VHA, waktu resmi, fasilitas, atau sumber daya tidak boleh digunakan untuk pertemuan, pelatihan, kelompok kerja, materi promosi, acara, atau aktivitas apa pun yang mempromosikan ideologi gender atau identitas gender," demikian bunyi arahan tersebut.
Setiap fasilitas VA diberikan waktu 14 hari, hingga 26 Juni, untuk mematuhi perubahan ini.
Selain itu, VA mengarahkan pimpinan untuk mengubah peran Koordinator Perawatan Veteran LGBTQ+ menjadi sekadar "koordinator perawatan".
Sebelumnya, setidaknya satu koordinator perawatan LGBTQ+ bertugas di setiap sistem kesehatan VA.
Latar Belakang Kebijakan
Perubahan ini mengikuti perintah eksekutif awal tahun lalu dari pemerintahan Trump yang menargetkan upaya keberagaman, kesetaraan, dan inklusi di pemerintahan, serta mengarahkan pemerintah federal untuk hanya mengakui dua jenis kelamin.
Kebijakan seragam dan pakaian standar juga diarahkan untuk mematuhi perintah eksekutif tersebut.
Langkah VA ini mengikuti langkah serupa dari Departemen Pertahanan, termasuk arahan bagi personel transgender untuk berpisah dari militer.
"VA harus memastikan semua veteran diperlakukan berdasarkan kebutuhan klinis mereka dan tanpa diskriminasi," tulis Bartum dalam memo tersebut.
>>> Harga Emas Antam 22 Juni 2026 Stagnan di Level Rp 2.668.000 Per Gram
Update Terbaru
11 Negara ASEAN dengan Penderita Diabetes Terbanyak, Indonesia Peringkat 4
Rabu / 01-07-2026, 10:39 WIB
Lolos 16 Besar, Norwegia Bawa 300 Kg Ikan ke Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 10:39 WIB
Syarat Eks ART Mau Damai dengan Erin Terungkap
Rabu / 01-07-2026, 10:39 WIB
Kenapa Lipstik Matte Bikin Bibir Kering? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Rabu / 01-07-2026, 10:39 WIB
5 Rekomendasi Cushion Tahan Lama, Ada yang Awet hingga 72 Jam
Rabu / 01-07-2026, 10:38 WIB
Olahraga Pagi atau Sore: Mana yang Lebih Efektif untuk Turunkan Berat Badan?
Rabu / 01-07-2026, 10:38 WIB
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 1 Juli 2026, Cek Cara Belinya
Rabu / 01-07-2026, 10:38 WIB
Messi dan Tom Holland Tampil Bersama dalam Iklan Spider-Man: Brand New Day
Rabu / 01-07-2026, 10:36 WIB
Sarah Gibson Ungkap Inisial C, Sosok Wanita yang Diduga Jadi Orang Ketiga Ramai Disorot
Rabu / 01-07-2026, 10:31 WIB
Tugas Gold Lane di Mobile Legends: Peran Wajib Dikuasai
Rabu / 01-07-2026, 10:14 WIB
YouTuber Kim Se Ui Ditahan di Sel Isolasi Usai Sebar Bukti Palsu Kencan Kim Soo Hyun dan Kim Sae Ron
Rabu / 01-07-2026, 10:14 WIB
Ramalan Zodiak 1 Juli: Cancer Jangan Tergesa-gesa, Leo Tetap Waspada
Rabu / 01-07-2026, 10:14 WIB
Harga Emas Antam di Pegadaian Turun pada 1 Juli 2026, Simak Daftar Harga Terbarunya
Rabu / 01-07-2026, 10:14 WIB
Mbappe Cetak Brace, Samai Rekor Gol Messi saat Prancis Libas Swedia
Rabu / 01-07-2026, 10:11 WIB






