Museum Sirah Nabi di Madinah Tawarkan Edukasi Sejarah Berbasis Teknologi Modern
Madinah Al-Munawwarah kini memiliki destinasi edukasi baru bernama The International Fair and Museum of the Prophet's Biography and Islamic Civilization atau Museum Sirah Nabi.
Terletak tidak jauh dari Masjid Nabawi, museum ini menyajikan pengalaman napak tilas kehidupan Nabi Muhammad SAW dengan teknologi canggih.
>>> Saham Teknologi Dongkrak Wall Street Saat Sentimen Timur Tengah Membaik
Pengunjung dapat menikmati mahakarya visual melalui layar interaktif, pemetaan digital, dan rekonstruksi sejarah tiga dimensi.
Pendekatan modern ini memudahkan pengunjung memvisualisasikan bagaimana Rasulullah SAW memimpin, berdakwah, serta menyemai keadilan dan persaudaraan di Jazirah Arab.
Alur pameran dirancang agar jemaah haji dan umrah merasakan emosi fase dakwah, mulai dari era pra-Islam hingga wahyu pertama di Gua Hira.
Setelah itu, pengunjung diajak menyelami tantangan dakwah di Mekkah, fase syiar sembunyi-sembunyi, tekanan fisik kaum Quraisy, hingga boikot ekonomi Bani Hasyim.
Puncak narasi museum menampilkan momen hijrah yang dimaknai sebagai embrio lahirnya tatanan sosial beradab, bukan sekadar pergeseran geografis.
Pengunjung dapat melihat visualisasi pembangunan Masjid Nabawi, persaudaraan Muhajirin dan Anshar, serta Piagam Madinah.
Meski berbalut teknologi modern, museum ini tetap berpijak pada literatur sejarah Islam klasik seperti karya Ibnu Hisyam, Ibnu Ishaq, dan Ibnu Katsir.
>>> Kemenag Bantah Menag Samakan Pemerintah dengan Fir'aun
Rujukan lain meliputi Ar-Rahiq Al-Makhtum, Zad al-Ma’ad, dan Syama’il Muhammadiyah.
Museum ini juga menyediakan pemandu berbahasa Indonesia, menjadi nilai tambah bagi jemaah asal Tanah Air.
Amir Husni, peziarah asal Semarang, mengaku merasakan pengalaman spiritual yang mendalam. "Rasanya seperti berada di zaman Nabi, ikut melihat perjalanan masa lalu perjuangan Rasulullah SAW," ujarnya.
Deny dari Malang juga mengimbau para tamu Allah di Madinah untuk tidak melewatkan kesempatan ini. "Banyak sejarah yang harus kita lihat secara langsung," katanya.
Museum ini berlokasi di Jalan Abu Ayyub Al-Anshari, sekitar kawasan Masjid Nabawi.
Jam operasional: Ahad-Kamis pukul 08.00-22.30, Jumat pukul 13.00-22.30, Sabtu pukul 16.30-23.30 waktu setempat.
Harga tiket dewasa sekitar 40 Riyal Saudi, sementara anak di bawah 7 tahun dan penyandang disabilitas gratis.
>>> Sutradara Sonu Samtani Rilis Film Saat Aku Bersuara di Bioskop
Tersedia juga tiket tambahan untuk mengakses area panorama khusus.
Update Terbaru
Motorola Edge 70 Max Raih Sertifikasi WPC, Konfirmasi Dukungan Qi2 dengan Magnet Bawaan
Rabu / 01-07-2026, 13:20 WIB
Ramalan Zodiak Cinta 1 Juli: Capricorn Makin Romantis, Libra Jaga Perasaannya
Rabu / 01-07-2026, 13:20 WIB
Viral Kabar Piero Hincapie Pacari Sabrina Carpenter, Ini Faktanya
Rabu / 01-07-2026, 13:20 WIB
LG Kenalkan Smart Home AI ala Korea di Indonesia, Gandeng Minho SHINee
Rabu / 01-07-2026, 13:15 WIB
Koleksi Merchandise Disney F1 Ini Bikin Saya yang Bukan Penggemar Balap pun Tertarik
Rabu / 01-07-2026, 13:14 WIB
Twenty Below Coffee Tutup Dua Lokasi di Fargo dan Moorhead
Rabu / 01-07-2026, 13:14 WIB
Justin Wrobleski Dominasi Twins, Perkuat Peluang ke All-Star
Rabu / 01-07-2026, 13:14 WIB
RTX 3060 Kembali Dijual di Jerman, Tapi Harganya Lebih Mahal dari GPU Generasi Baru
Rabu / 01-07-2026, 13:10 WIB
Dave Roberts Raih Kemenangan ke-1.000 sebagai Manajer Dodgers
Rabu / 01-07-2026, 13:10 WIB
Niall Horan Hadiri Wimbledon 2026 Bersama Kekasih, Bicara Kesuksesan Album Baru
Rabu / 01-07-2026, 13:10 WIB
Bracket Knockout Piala Dunia 2026 Ditentukan, 32 Tim Bersaing
Rabu / 01-07-2026, 13:08 WIB
Dodgers Panggil Wyatt Mills, Designate Jonathan Hernandez
Rabu / 01-07-2026, 13:08 WIB
BMW Luncurkan X5 Generasi Kelima dengan Lima Pilihan Drivetrain
Rabu / 01-07-2026, 13:07 WIB
PERURI Pamerkan Inovasi Limbah Jadi Paving Block di Sunda Karsa Fest KKJ 2026
Rabu / 01-07-2026, 13:07 WIB






