Kekurangan Bahan Baku, 50 Persen Kapasitas Smelter Nikel RKEF Menganggur
Kekurangan pasokan bahan baku membuat sekitar 50 persen kapasitas smelter nikel berteknologi rotary kiln electric furnace (RKEF) di Sulawesi dan Maluku berhenti beroperasi.
Kondisi ini dialami oleh sejumlah pelaku usaha pengolahan yang kini terpaksa membatasi volume produksi mereka.
>>> Saham IDX Value30 Jadi Pilihan Utama Investor Saat IHSG Tertekan
Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) menyatakan bahwa penurunan operasional ini dipicu oleh kebijakan tata kelola kuota produksi hulu.
Ketua Umum FINI Arif Perdana menjelaskan bahwa situasi ini berkaitan erat dengan rencana awal pemerintah mengenai pembatasan output tambang.
Pemerintah pada mulanya berencana memangkas produksi nikel ke level 250 juta hingga 260 juta ton tahun ini, lebih rendah dari produksi tahun sebelumnya yang berada di level 320,37 juta ton.
Meskipun dalam perkembangannya pemerintah menganulir rencana pemangkasan kuota tersebut, dampaknya di lapangan sudah mulai terasa.
"Beberapa lini produksi operasi RKEF di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara saat ini telah beralih ke apa yang kami sebut 'hot idle' atau beroperasi di bawah 50% kapasitas," tutur Arif.
Langkah penurunan kapasitas ini diambil agar kondisi tungku pembakaran tetap terjaga dalam suhu panas yang optimal.
Menurut Arif, jika tungku pembakaran sampai mengalami penghentian total, proses pengoperasian kembali memerlukan waktu hingga 6 sampai 8 minggu serta berisiko merusak struktur refraktori di dalamnya.
Akibatnya, perusahaan pengelola smelter harus menanggung kerugian operasional tambahan demi mencegah penghentian total pada lini produksi mereka.
Di sisi lain, fasilitas pengolahan nikel dengan metode High Pressure Acid Leach (HPAL) dilaporkan belum terkena dampak dari dinamika kuota produksi ini.
Hal tersebut dikarenakan proyek HPAL umumnya telah mengamankan kontrak pasokan bijih nikel jangka panjang dengan para pemegang izin usaha pertambangan (IUP).
Update Terbaru
Gol Emam Ashour Bawa Mesir Ungguli Australia 1-0 di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Sabtu / 04-07-2026, 01:51 WIB
Sahroni Desak Tindak Tegas Penyerangan saat Gerebek Narkoba di Kalteng
Sabtu / 04-07-2026, 01:50 WIB
Angkatan Laut AS Capai Target Rekrutmen 3 Bulan Lebih Awal
Sabtu / 04-07-2026, 01:50 WIB
WHO: Rokok dan Alkohol Sebabkan Hampir Setengah Kanker yang Dapat Dicegah
Sabtu / 04-07-2026, 01:50 WIB
Xiaomi Luncurkan Redmi Pad 2 9.7 4G, Targetkan Segmen Menengah
Sabtu / 04-07-2026, 01:46 WIB
Menhut Raja Juli Buka Suara soal Amplop dari Bupati Kuansing
Sabtu / 04-07-2026, 01:42 WIB
AHY Berharap Sekolah Rakyat Terintegrasi di Medan Segera Rampung
Sabtu / 04-07-2026, 01:42 WIB
6 Provinsi Ini Masih Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Juli 2026
Sabtu / 04-07-2026, 01:41 WIB
Tom Holland Ungkap Pengaruh Peter 2 dan Peter 3 pada Kostum Spider-Man Baru
Sabtu / 04-07-2026, 01:21 WIB
Tom Holland Ungkap Pengaruh Peter 2 dan Peter 3 pada Kostum Spider-Man Baru
Sabtu / 04-07-2026, 01:21 WIB
Trump Batalkan Rencana Hegseth Tarik Pasukan AS dari Eropa
Sabtu / 04-07-2026, 01:21 WIB
Pemerintah AS Buka Lelang Perawatan Kolam Refleksi Lincoln Memorial
Sabtu / 04-07-2026, 01:21 WIB
Mod Stalking di Final Fantasy 14 Kembali Dihapus, Pemain Kecam Kurangnya Tindakan Square Enix
Sabtu / 04-07-2026, 01:16 WIB
Trump Rencanakan Pengampunan Massal Hari Kemerdekaan, Malaysia Kejar Jho Low
Sabtu / 04-07-2026, 01:16 WIB






