Grup Peretas ShadowByt3$ Tuntut Nintendo Uang Tebusan Rp 35,4 Miliar
Kelompok peretas bernama ShadowByt3$ mengklaim telah merampas data rahasia milik Nintendo. Mereka menuntut uang tebusan sebesar USD 2 juta atau setara dengan Rp 35,4 miliar.
ShadowByt3$ menyatakan berhasil membobol data survei berukuran sekitar 859 MB. Informasi yang diambil meliputi nama, alamat email, hingga laporan rekening bank karyawan.
>>> 6 Manga Terbaik dengan Lebih dari 100 Chapter yang Wajib Dibaca
Data tersebut dikabarkan berasal dari TinyPulse, layanan survei yang digunakan Nintendo of America (NoA) untuk peninjauan internal terhadap pekerjanya.
Bantahan Nintendo of America
Nintendo of America membantah adanya kebocoran data sensitif akibat aksi ShadowByt3$. Perusahaan menegaskan bahwa data dari TinyPulse hanya berupa konten survei lama.
"Kami mengetahui adanya masalah yang melibatkan TinyPulse, layanan pihak ketiga untuk survei internal karyawan di Nintendo of America.
Sistem Nintendo tidak kebobolan, dan tidak ada data pribadi pelanggan atau data keuangan yang diakses.
Data yang terlibat terbatas pada konten survei internal yang mencakup sebagian kecil karyawan, dan sebagian besar informasi tersebut berasal dari beberapa tahun lalu," bunyi pernyataan resmi NoA.
>>> Mengenang Garrincha yang Bawa Brasil Juara Piala Dunia 1962 Tanpa Pele
Nintendo diprediksi tidak akan menuruti tuntutan kelompok peretas tersebut. Perusahaan game ini dikenal agresif dalam melindungi hak kekayaan intelektual melalui tindakan hukum.
Langkah hukum yang akan diambil Nintendo untuk menghadapi situasi ini masih dinantikan banyak pihak.
Insiden ini bukan pelanggaran data terbesar yang pernah dialami mitra atau ekosistem Nintendo. Game Freak, pengembang seri Pokemon, pernah menghadapi kasus kebocoran data rahasia bernama Teraleak pada 2024.
Dalam insiden Teraleak, ukuran berkas yang dicuri mencapai 1 terabyte atau sekitar 1.000 GB. Kebocoran masif tersebut mengungkap berbagai rahasia internal perusahaan.
Data Teraleak disebarkan dalam dua gelombang terpisah, yaitu pada Oktober 2024 dan Oktober 2025. Gelombang pertama berisi dokumen internal, kode sumber game, dan informasi rahasia waralaba Pokemon.
>>> IHSG Berpotensi Volatil Menanti Hasil MSCI dan Suku Bunga
Gelombang kedua mengungkap informasi proyek Pokemon Winds dan Waves.
Update Terbaru
Ada Berapa Role di MLBB? Ini Penjelasan Lengkap dan Tugasnya
Rabu / 01-07-2026, 12:20 WIB
iQOO Pad 5c Resmi Meluncur dengan Snapdragon 8s Gen 3 dan Baterai 10.000 mAh
Rabu / 01-07-2026, 12:20 WIB
Redmi Luncurkan Headphone Over-Ear Pertama dengan ANC 42dB dan Baterai 72 Jam
Rabu / 01-07-2026, 12:15 WIB
6 Drakor Terbaru Juli 2026: Comeback Nam Joo Hyuk hingga Lee Dong Wook
Rabu / 01-07-2026, 12:15 WIB
Ekspresi Marah Suporter Cantik Viral, Ternyata Anak Legenda Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 12:15 WIB
Snapdragon Summit 2026 Digelar September, Ini Bocoran Chip Baru
Rabu / 01-07-2026, 12:14 WIB
Meta dan Komdigi Bentuk Tim Khusus Berantas Spam Link Judi Online
Rabu / 01-07-2026, 12:14 WIB
Potongan Aplikasi 8 Persen, Menhub Jamin Tarif Ojol Tak Berubah
Rabu / 01-07-2026, 12:14 WIB
Ronald Koeman Mundur Usai Belanda Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 12:14 WIB
Blue Dragon Series Awards 2026 Umumkan Daftar Nominasi, Drama dan Variety Show OTT Terbaik Siap Bersaing
Rabu / 01-07-2026, 12:11 WIB
Ahn Bo Hyun Berburu Kriminal dengan Gaya Mewah Chaebol di Flex x Cop 2
Rabu / 01-07-2026, 12:07 WIB
Creative Director Clair Obscur: Expedition 33 Puji Kingdom Hearts 2 sebagai Action RPG Terbaik
Rabu / 01-07-2026, 12:07 WIB
Meksiko Lolos ke 16 Besar Piala Dunia Usai Kalahkan Ekuador
Rabu / 01-07-2026, 12:07 WIB
Meksiko dan Prancis Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 12:07 WIB






